ISoC 2026 Hadirkan Konferensi Inovasi Kimia untuk Berdampak - ITS News

ISoC 2026 Hadirkan Konferensi Inovasi Kimia untuk Berdampak

Published on
By
Gambar jajaran Dosen ITS dan Pembicara dalam kegiatan ISoC VII 2026
Jajaran Dosen ITS dan Pembicara dalam kegiatan ISoC VII 2026

Surabaya, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus berupaya mengontribusikan solusi untuk permasalahan global dan sekitar. Hal ini direalisasikan oleh Departemen Kimia ITS melalui The 7th International Seminar on Chemistry (ISoC VII) 2026. Kegiatan yang menghadirkan pembicara lintas negara tersebut digelar di Hotel DoubleTree by Hilton, Rabu (22/7).

Dalam sambutan yang diberikan, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Prof Nurul Widiastuti SSi MSi PhD menyampaikan pentingnya forum diskusi ilmiah ini. Nurul menjelaskan bahwa permasalahan dunia yang sedang terjadi saat ini tidak dapat hanya diselesaikan dengan satu cabang ilmu atau pun satu institusi saja. “Maka dari itu, kolaborasi adalah kunci dalam menciptakan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi sekitar,” jelasnya.

Gambar Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Prof Nurul Widiastuti SSi MSi PhD menyampaikan sambutannya dalam kegiatan ISoC VII 2026
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Prof Nurul Widiastuti SSi MSi PhD menyampaikan sambutannya dalam kegiatan ISoC VII 2026

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Departemen Kimia ITS Wahyu Prasetyo Utomo MSi PhD menyampaikan bahwa saat ini ilmu kimia menjadi salah satu cabang sains utama dalam mempelajari permasalahan lingkungan global. Maka dari itu, seminar ini diadakan agar dapat menjadi sarana untuk bertukar gagasan, berbagi perspektif, dan menciptakan ide. Ia menekankan bahwa selain tulisan ilmiah, komunikasi yang terjalin antar peneliti dan akademisi dapat menjadi awal untuk kolaborasi yang bermakna.

 

Gambar salah satu peserta dalam kegiatan ISoC VII 2026 ketika sesi diskusi tanya jawab
Salah satu peserta dalam kegiatan ISoC VII 2026 ketika sesi diskusi tanya jawab

Adapun, kegiatan bertemakan Innovating Chemistry, Empowering Society ini menghadirkan lima pemateri utama dengan latar belakang yang beragam. Lima pemateri tersebut berasal dari Indonesia, Australia, Jepang, Prancis, dan Jerman yang menyampaikan keilmuannya pada tanggal 22 dan 23 Juli ini. Bukan hanya itu, kegiatan ini juga menghadirkan parallel session dan poster session dalam memperkaya pengalaman berbagi ilmu.

Memasuki rangkaian pemaparan dari pembicara, salah satu Keynote Speaker dari University of Technology Sydney Professor Long D. Nghiem membawakan topiknya terkait mikroalga. Dalam penjelasannya, Ia mengungkapkan tantangan global terkait  perubahan iklim, menipisnya cadangan fosil, dan meningkatnya kebutuhan energi terbarukan. Dari sana, dirinya menawarkan pemanenan mikroalga dengan biaya rendah melalui pengaturan polimer dan membran katalitik self celansing catalytic membrane.

Gambar Pembicara Utama dari IMT Atlantique Prancis Professor Audrey Villot ketika menyampaikan presentasinya mengenai potensi biochar
Pembicara Utama dari IMT Atlantique Prancis Professor Audrey Villot ketika menyampaikan presentasinya mengenai potensi biochar

Lebih lanjut, Pembicara Utama dari IMT Atlantique Prancis Professor Audrey Villot juga menjabarkan terkait potensi biochar sebagai pilar bioekonomi dan penanganan perubahan iklim. Dalam penyampaiannya, dirinya menunjukkan biochar sebagai material yang menarik. Hal ini karena produk tersebut dapat menjadi alternatif karbon aktif, menyimpan karbon secara efisien, sebagai pupuk, mengatasi erosi tanah, dan beragam aplikasi penggunaan ulang lainnya.

Kegiatan tersebut juga akan dilanjutkan oleh tiga pembicara utama lainnya yang akan membawakan topik masing-masing selaras dengan tujuan dalam menginovasikan ilmu kimia dalam menciptakan dampak bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen ITS dalam turut mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 dan ke-17. Tujuan tersebut mencakup upaya dalam menciptakan Pendidikan Berkualitas dan Kemitraan untuk Mencapai Tujauan. (*)

 

Reporter: Bella Ramadhani
Redaktur: Putu Calista Arthanti Dewi

×