Inspiratif, Wanita Ini Tularkan Bisnis Decoupage

Published on
By
Kisah wanita ini patut ditiru. Berkat ketelatenannya, hobi membuat decoupage dapat berubah menjadi bisnis. Setelah menuai hasil berbisnisnya, ia bagikan ilmu untuk para ibu-ibu di sekitar ITS. "Saya ingin memberdayakan ibu-ibu yang hadir di sini (acara pelatihan, red)," pungkas wanita yang disapa Iriani.
Berbagi kisah dengan Iriani, ia mengaku hobinya ini terkadang merogoh kocek yang cukup mahal. Untuk membuat pajangan pigura dengan teknik decoupage tiga dimensi, ia bisa menghabiskan hingga seratus ribu rupiah setiap kerajinannya. "Harga piguranya saja sudah 60 ribu rupiah," ujar Iriani.
Meski menguras kantong, baginya, yang lebih mahal adalah ilmu teknik pembuatan itu sendiri. "Membuat ini saja, kalau di tempat kursus bisa sampai 750 ribu. Itu harga setiap pertemuan," lanjut Iriani.
Menurutnya, decoupage tengah menjadi barang kekinian. "Hanya saja kebetulan saya sudah menekuninya lebih dulu," ucapnya. Decoupage sendiri adalah teknik menghias dengan menggunakan tisu bergambar. Produk yang dihasilkan salah satunya adalah dompet bercorak bunga-bunga dari tisu decoupage. "Kalau ada yang ke Eropa, saya selalu menitip kertas tisu decoupage ini," jelas Iriani.
Decoupage tidaklah sekadar memotong tisu hias dan menempelnya. Diperlukan ketelitian dalam pembuatannya. Untuk decoupage tiga dimensi, misalnya, tisu bermotif bunga yang digunakan perlu dipanaskan dan dibentuk agar menyerupai bunga sebenarnya. "Tidak sekadar potong motif bunga-bunga dan langsung jadi," ungkap Iriani.
Kini, ia mempunyai toko suvenir bernamakan Any’s Craft and Souvenir. Salah satu produknya andalannya ialah suvenir dari talenan yang kemudian ia hias. "Kemarin, saya sudah mendapat pesanan empat ratus buah untuk suvenir pernikahan," ucap Iriani. (io11/riz)
×