Inilah Capaian, Prestasi, dan Terobosan ITS Sebagai PTN-BH

Published on
Rektor ITS saat berterima kasih atas kerja sama dari berbagai pihak dalam mensukseskan perkembangan ITS dalam momen Dies Natalis 58 ITS
By
Rektor ITS saat berterima kasih atas kerja sama dari berbagai pihak dalam mensukseskan perkembangan ITS dalam momen Dies Natalis 58 ITS

Kampus ITS, ITS News – Momen Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ke 58 mampu melahirkan catatan sejarah baru bagi kampus ITS. Bertepatan dengan hari pahlawan, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD memberikan penjelasannya mengenai perjalanan ITS dan segala capaian, prestasi dan terobosan yang sudah diraih beberapa tahun ini di masa kepemimpinannya, Sabtu (10/11).

ITS sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) telah melalui tahap transformasi yang berjalan selama empat tahun dengan fokus yang berbeda setiap tahunnya. Empat tahapan tersebut meliputi periode penyesuaian organisasi ITS PTN-BH, periode reformasi ITS PTN-BH, periode efektuasi atau pengawasan, dan proses membangun jaringan. Tahapan tersebut merupakan rencana jangka panjang yang telah disusun bersama sejak 2015 hingga nanti diharapkan mampu berjalan sampai 2020.

Ia juga menjelaskan, ITS memiliki tiga tujuan strategis yaitu transformasi organisasi menjadi PTN-BH, kontribusi pada bangsa di bidang sains dan teknologi, serta internasionalisasi kampus. “Masing-masing dari tujuan itu memiliki sasaran strategis dan program kerja yang mendukungnya,” ujar pria lulusan University of Newcastle, Inggris ini.

Selain itu, status ITS yang telah berubah menjadi PTN-BH menghasilkan kontrak kerja langsung kepada Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Setiap tahunnya, selalu terjadi kenaikan persentase keberhasilan dari setiap capaian kinerja terhadap target yang diberikan. Pada tahun 2016, ITS mampu melaksanakan 22 indikator dengan tingkat kesuksesan 106, 9 persen. Kemudian di tahun 2017, ITS mampu melaksanakan 21 indikator dengan tingkat keberhasilan 124 persen.

Untuk tahun ini, Joni menambahkan, ITS telah mampu melaksanakan 35 indikator dengan tingkat keberhasilan mencapai 98 persen. “Angka ini masih bisa bertambah seiring berjalannya periode kepengurusan sampai akhir tahun ini,” tuturnya kepada sivitas akademika yang hadir di Grha Sepuluh Nopember.

Dalam pelaksanaannya, ada beberapa terobosan baru di berbagai bidang yang telah berhasil dilakukan oleh ITS. Untuk terobosan di bidang akademik dan kemahasiswaan, sambungnya, ada beberapa perubahan kurikulum yang menyesuaikan pada revolusi industri keempat dan indikator pada World Class University (WCU). Sehingga modul, infrastruktur, dan sistem pengajaran yang diberikan juga menyesuaikan pola perubahan generasi millenials di mahasiswa. Begitu juga dengan peningkatan jumlah mahasiswa baik di luar jawa maupun di Jawa Timur itu sendiri.

Sementara itu, transformasi di bidang keuangan dan perencanaan anggaran juga terus digalakkan terutama pada pengintegrasian antara sistem informasi perencanaan, monitoring, dan evaluasi program (SIPMONEV) dan Rencana bisnis dan anggaran (RBA). Begitu juga pada realisasi bantuan dana kemahasiswaan, pembangunan sarana serta peningkatan upah tenaga kependidikan. “Kami juga memberikan kesempatan magang kepada mahasiswa agar mereka mendapatkan pengalaman lebih di dunia kerja,” ungkapnya.

Di lain bidang, Joni juga telah melakukan terobosan barunya. Terobosan di bidang inovasi dan kerja sama telah mengikuti tren perkembangan revolusi industri keempat. ITS telah berhasil membuat tiga Pusat Unggulan IPTEK (PUI) yaitu PUI Sistem Kontrol Otomotif, PUI Mekatronika dan Aplikasi Industri, dan PUI Keselamatan Kapal. Produk inovasi terbaru yang diluncurkan tahun ini adalah PUI Industri Kreatif.

Bidang terobosan terakhir yaitu terkait penelitian dan pengabdian masyarakat. ITS telah berhasil mempublikasikan 2700 dokumen ilmiah dalam tiga tahun terakhir sehingga mendapatkan peringkat kedua nasional dalam hal urusan publikasi. ITS juga turut terjun melalui tim tanggap bencana dalam membantu korban bencana gempa Lombok dengan membangun Hunian Sementara (Huntara).

Di akhir, Ia mengucapkan rasa syukurnya selama tiga tahun masa jabatannya sebagai Rektor ITS. Menurutnya, kesuksesan ITS sejauh ini merupakan hasil kolaborasi yang baik dari berbagai pihak. Tantangan revolusi industri keempat juga menjadi potensi yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh ITS dengan terus menghasilkan inovasi dan kreasi lainnya. “Harapannya, ITS bisa menjadi lebih besar dan semakin jaya,” pungkas Joni. (lut/owi)

×