Adalah Mafichrul Masrur dan Achmad Ferdiansyah, mahasiswa yang tercantum dalam buku 25 Mahasiswa Inspiratif ITS. Masing-masing menceritakan pengalaman yang luar biasa. Dipandu oleh Satria Nova, mahasiswa Teknik Perkapalan yang sudah menerbitkan tiga buku, acara ini pun terasa semakin seru.
Awalnya, Mafi, panggilan akrab Mafichrul Masrur, menjelaskan perbedaan motivasi dan inspirasi. Menurutnya, motivasi adalah dorongan yang timbul dari diri seseorang untuk melakukan sesuatu. Sedangkan inspirasi adalah hal atau ide yang membangkitkan seseorang untuk menciptakan suatu ilham. "Bentuklah cara pandang untuk selalu dapat menginspirasi diri dalam kehidupan," ujar pendiri taman baca di lokalisasi Dolly.
Mafi menceritakan, awalnya anak-anak di sana bisa dibilang cukup brutal. Namun berkat usahanya, sikap itu semakin mereda. Walaupun sudah lulus dan bekerja di perusahaan di Jakarta, ternyata Mafi masih mengunjungi taman baca di Dolly. Bahkan, dia juga masih berusaha menghimpun dana di Jakarta. "Harapannya sih, kita bisa menyumbang dengan dana kita sendiri," harapnya.
Selain Mafi, pembicara lainnya adalah Achmad Ferdiansyah. Mahasiswa yang berjuluk Pendekar Seribu PKM ini lebih banyak menceritakan kewirausahaan dan keberanian menggapai mimpi. "Kalau udah punya mimpi, jangan dipendam sendiri. Bila perlu sebarkan, bahkan di angkutan umum sekalipun," katanya memotivasi.
Mahasiswa S2 Teknik Kimia ITS ini juga menceritakan tentang Gerakan Sobek Ijazah yang dibentuknya. Namun jangan diartikan kalimat ini secara harfiah. Kalimat tersebut hanya sebuah kiasan "Dengan menjadi entrepreneur, kita tidak perlu mengajukan ijazah untuk menjadi sukses," jelasnya.
Di akhir acara, Ferdi mengungkapkan keinginannya untuk bekerja sama dengan Mafi dalam membina anak-anak di daerah lokalisasi Dolly. Mafi yang menggerakkan dan Ferdi yang akan mengamati bakat yang mereka miliki. "Setiap napas harus ada kegiatan sosial, dengan begitu hidup kita akan menjadi lebih mudah," pungkas Mafi. (nir/niv).