Ingin Hidrogen Jadi Bahan Bakar Primadona

Published on
By

Tim penyanggah hadir lengkap dalam acara ini. Dari lima orang yang menjadi tim penyanggah, dua diantaranya adalah dosen pembimbing dari Nadiem, yaitu Prof Dr Ir Sugeng Winardi MEng dan Prof Dr Ir Arief Widjaja MEng. Sedangkan tim penyanggah lainnya adalah Prof Dr Ir Heru Setyawan MEng, Prof Dr Ir Tri Widjaja MEng dan Prof Dr Ir Bambang Pramudono MS.

Produksi Hidrogen dari Jerami Padi Secara Fermentasi Anaerobik Nonfotosisntesis Melalui Hidrolisis Enzimatik menjadi judul dari disertasi Nadiem. Kebutuhan akan energi alternatif yang mendesak menjadi inspirasi Nadiem untuk melakukan penelitian di bidang ini.

”Kebutuhan energi di dunia semakin meningkat, sayangnya hal tersebut berbanding terbalik dengan sumber energi fosil yang jumlahnya semakin berkurang dan tidak dapat diperbarui,” terang dosen kelahiran Ciamis ini.

Pemilihan hidrogen sebagai bahan penelitiannya juga telah melalui pertimbangan yang matang. Ia menuturkan bahwa hidrogen dapat menghasilkan listrik dan panas dengan efisiensi yang cukup tinggi. ”Hidrogen juga merupakan energi yang ramah lingkungan karena hasil pembakaran hidrogen hanya menghasilkan air dan dalam proses pembakarannya pun tidak menimbulkan kebisingan,” tutur Nadiem.

Walaupun banyak peneliti yang telah melakukan research pada energi ini, Nadiem mencoba meneliti dari sisi lain pemrosesan pembentukan hidrogen. Penelitiannya lebih fokus pada pembaruan proses pembentukan hidrogen agar lebih praktis dan ekonomis.

”Salah satu proses yang dapat ditingkatkan adalah dari penggunaan enzim kasar. Dengan membuat enzim kasar sendiri, yaitu campuran dari enzim A. niger dan T. reesei, maka hasil dari proses hidrolisis akan lebih baik,” lanjut Nadiem.

Meskipun hasil penelitiannya masih jauh dari sempurna, Nadiem tetap optimis dan tetap semangat untuk mengembangkan penelitiannya. Ia berharap hasil penelitiannya menjadi awal dari suatu metode pengolahan limbah yang baik. ”Semoga Hidrogen bisa menjadi bahan bakar primadona sehingga masyarakat tidak bergantung pada bahan bakar fosil,” tuturnya. (izz/esy)

×