Indonesia-Perancis Perkuat Hubungan Kerja Sama

Published on
By

Pemerintah Perancis yang diwakili oleh Mr Bertrand de Hartingh, Konselor Kerja Sama Kedutaan Besar Perancis, menyatakan keinginannya untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia. Buktinya, pada tahun 2011 lalu, Perdana Menteri Perancis untuk pertama kalinya berkunjung ke Indonesia. ”Itu merupakan bentuk keseriusan kami dalam kerja sama ini, terutama dalam bidang pendidikan,” kata Bertrand.

Ia menilai bahwa Indonesia memiliki potensi yang dapat diandalkan dalam mengembangkan ekonomi yang pergerakannya semakin cepat ini. ”Kita butuh skill baru, teknologi baru, dan specific collage, untuk itu kita perlu menjalin kerja sama,” katanya menegaskan.

Harapan dari pemerintah Perancis itu pun disambut baik oleh Direktur Ketenagakerjaan Pendidikan Tinggi (Dikti), Prof Supriadi Rustam MSi. Supriadi berjanji akan melakukan persiapan lebih ekstra untuk kerja sama ini. ”Sebenarnya permasalahan kami hanya bagaimana mempersiapkan para mahasiswa untuk dapat melanjutkan studi di sana,” lanjutnya.

Ia menganggap, studi di Perancis memang agak sulit dalam hal penguasaan bahasa Perancis. Masalah ini merupakan salah satu hal yang ia rasa perlu dibahas dan dipertimbangkan dalam JWG kali ini. ”Kalau bahasa Inggris kan sudah akrab. Bahkan seringkali kita gunakan di sini, sedangkan bahasa Perancis masih sangat sedikit pendidikan di Indonesia yang mengajarkannya,” kata Supriadi.

Dikti siap memfasilitasi jika memang perguruan tinggi siap melakukan kerja sama dengan universitas-universitas asing. Fasilitas tersebut bisa dalam bentuk beasiswa untuk program-program pertukaran mahasiswa.

Tidak jauh berbeda dengan Bertrand dan Supriadi, Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA selaku Rektor ITS juga memiliki pandangan positif terhadap pelaksanaan JWG kali ini. ”Apalagi ITS ditunjuk sebagai host, ini bisa sekaligus memperkenalkan ITS lebih jauh di hadapan rekan-rekan dari Perancis,” ujarnya.

Ingin bergerak cepat dalam acara JWG ini, Tri Yogi memutuskan untuk melakukan kerja sama dengan dua universitas dari Perancis, yakni University Joseph Fourier dan University De Bretagne Occidentale. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pun dilakukan usai pembukaan JWG. Dalam hal ini ITS melakukan kerja sama untuk bidang penelitian dan pertukaran mahasiswa maupun dosen. (oly/nir)

×