Ima Defiana raih doktor dengan menyamankan rumah sederhana

Published on
By

Kenyamanan rumah sederhana ini dibahas dalam disertasi Ima Defiana pada sidang terbuka promosi doktor Jurusan Arsitektur ITS, Kamis (06/09/2012). Ia mengambil judul Piramida Night Ventilation: Paradigma Penyejukan Fisiologis untuk Rumah Sederhana Rreal Estate di Tropis Lembab dengan Referensi Kota Surabaya.

Disertasi wanita kelahiran Surabaya, 42 tahun lalu itu, mengorelasikan berbagai bidang ilmu di dalamnya. Yaitu arsitektur yang memperhitungkan setiap detil bangunan, ilmu permukiman, ilmu thermal fisika dan ilmu ergonomis. Dengan berbagai ilmu tersebut, Ima menargetkan bisa membuat kenyamanan tempat tinggal rumah sederhana.

Ia menjelaskan, night ventilation ini diupayakan agar kecepatan angin mendukung penyejukan fisiologis bagi penghuni. Namun masalahnya, Surabaya beriklim tropis lembab yang memiliki kecepatan angin rata-rata rendah pada malam hari. Karena itu dibutuhkan tata letak rumah dan konfigurasi ruang dalam rumah untuk memaksimalkannya.

“Untuk posisi yang bagus, kamar tidur hendaknya berorientasi ke belakang rumah karena halaman belakang rumah lebih luas sehingga keberadaan angin lebih banyak,” ujar Ima.

Namun sekarang jarak antar rumah jarang diperhatikan, sehingga tidak ada sisi ergonomis dalam pembangunannya. Karena itu, dibutuhkan dinding berpori yang memberikan celah pergerakan angin untuk membatasi setiap rumah.

Menurut Ima, untuk mencapai kenyamanan tempat tinggal di Surabaya memang selama ini dibatasi oleh kondisi sosial dan ekonomi masyarakatnya sendiri.

“Nantinya saya akan berusaha menerapkan penelitian ini di masyarakat,” ujar wanita yang mendapatkan gelar sarjan dari Jurusan Arsitektur ITS pada 1993 ini. (natalia)

×