Surabaya Goes To School (SGTS) adalah nama program yang membantu advokasi anak-anak putus sekolah. Nadia Sanggra Puspita, salah satu staf IECC BEM ITS mengatakan, anak putus sekolah yang mereka advokasi rata-rata adalah usia Sekolah Dasar (SD). ”Mereka kami upayakan bisa kembali mengeyam pendidikan di bangku sekolah,” ujar Nadia.
Mahasiswa Teknik Kimia tersebut menambahkan, sebenarnya SGTS hanya membantu program advokasi yang terlebih dulu sudah diinisiasi oleh pihak kecamatan. Melalui advokasi tersebut, nantinya anak-anak putus sekolah baru bisa kembali ke kelas reguler.
Diharapkan, dengan adanya SGTS, proses advokasi berjalan lebih cepat.”Selama ini SGTS sudah memberikan bantuan pengajaran setiap hari Sabtu,” jelas Nadia. Sudah selama dua bulan lebih, SGTS mengajar kelas khusus anak putus sekolah di SDN Tambak Wedi.
Mahasiswa asal Jakarta ini menyebutkan, keadaan kelas khusus sangat memprihatinkan. Dari segi fasilitas sangat minim, tidak ada buku pegangan bagi siswa. Buku paket yang tersedia pun hanya boleh dipakai di tempat.
Selain itu, suasana belajar juga tidak kondusif. Satu kelas khusus berisi 40 anak yang terdiri dari beberapa tingkatan. ”Mengajarnya juga jadi susah karena materinya berbeda,” ujar Nadia. Selain mengupayakan upaya advokasi, SGTS juga mengajar di Balai RW Keinding Lor tiap hari Minggu untuk membantu anak-anak yang putus sekolah. (fi/niv)