"Ajang ini kami harapkan bisa menjadi media pengenalan ilmu dan teknologi material secara dini kepada generasi muda Indonesia, di samping juga memperkenalkan jurusan Teknik Material dan Metalurgi ITS," ujar Aryo Cahyo T, salah satu panitia Silver Parade.
Lebih lanjut Aryo menerangkan, tercatat sebanyak 32 tim turut berpartisipasi mengirimkan karya tulisnya dalam lomba tersebut. Namun hanya 20 besar saja yang akan mempresentasikan dan menggelar karyanya di final. Dari kompetisi ini, nantinya akan dipilih empat terbaik.
Banyak ide unik yang diangkat siswa menengah yang rata-rata duduk di kelas X dan XI. Briket Kulit Nangka misalnya, sebuah gagasan dari ketiga siswa SMAN 1 Lamongan. Kepekaan melihat lingkungan sekitar terkait kelangkaan minyak tanah, membuat Ardiansyah F Firdaus beserta kedua temannya menggagas ide membuat bahan bakar alternatif briket dari kulit nangka. "Mungkin selama ini kulit nangka hanya dibuang sia-sia, tapi jika bisa dimanfaatkan, kenapa tidak?" ungkap Ardy.
Masih terinspirasi dari permasalahan sekitar, siswa SMAN 1 Sampang memamerkan karya tulisnya berjudul Filtrasi Air Menggunakan Briket Daun Serai. "Di tempat tinggal saya, air sumurnya agak keruh. Berawal dari keinginan memperbaiki kualitas air di lingkungan sendiri itulah kami menggagas ide ini," terang Nur Aini didampingi Atif, rekannya.
Ketika ditanya kenapa serai, Atif menerangkan jika di sekitar tempat tinggalnya banyak tanaman serai yang tumbuh liar dan tidak dimanfaatkan. Lebih jauh Atif menjelaskan, "Selain unuk menjernihkan air, filtrasi air menggunakan briket daun serai, pasir dan ijuk ini bisa mengurangi zat kimia. ini bisa dibuktikan karena briket telah lolos uji dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sampang," imbuh Atif.
Lain lagi dengan karya siswa MAN Babat Lamongan. Dengan produk andalan bernama Gerabah Bercangkang Kepiting, mereka memberi sentuhan kreativitas dengan memanfaatkan cangkang kepiting sebagai bahan campuran pemuatan gerabah.
"Karena kandungan kalsium karbonat kepiting sangat tinggi, jadi sangat memungkinkan untuk dicampurkan dengan gerabah," papar Machrus. "Gerabah dengan campuran cangkang kepiting yang sebelumnya telah dihaluskan lebih awet, serta lebih menarik karena warna yang dihasilkan lebih cerah," pungkasnya. (fi/fn)