HMTG Melangkah Wujudkan Cita Kampung Medokan

Published on
By

Berangkat dari keinginan warga Medokan Semampir, HMTG memberikan kelas pengajaran khusus Bahasa Inggris bagi anak-anak kampung tersebut. Hamzah Afif, ketua Kampung Mitra HMTG, menjelaskan bahwa kelas pengajaran dilakukan pada hari Rabu malam untuk kelas junior (TK-SD) dan Jumat malam untuk kelas regular (SMP-SMA). Meski materi yang diajarkan hanya Bahasa Inggris namun antusiasme anak-anak tak pernah surut. "Setiap pertemuan muridnya selalu bertambah," ujar Hamzah riang.
 
Ditemui di tengah Pelatihan Menjahit Kampung Medokan Semampir, Hamzah mengaku dipilihnya Kampung Medokan Semampir sebagai proyek pengembangan dan pengabdian masyarakat ini merupakan suatu ketidaksengajaan. Pasalnya, saat survei justru warga Medokan Semampir yang menawarkan diri dan dengan terbuka menceritakan cita-cita kampungnya yang selama ini hanya berupa angan. "Ditambah lagi keinginnya senada dengan tujuan program kami," jelasnya kepada ITS Online.

Tak cukup berpuas hati akan grafik pengajaran yang selau meningkat, HMTG menggelar sosialisasi Edu Project, Sabtu (12/12). Dikemas bersamaan dengan pembukaan Kampung Mitra HMTG, acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan siswa-siswi Edu Project yang menampilkan berbagai nyanyian dan tarian. "Target sosialisasi adalah orang tua. Dengan mengetahui pentingnya Bahasa Inggris diharapkan mereka akan semakin mendukung anak-anaknya belajar dengan kami," kata mahasiswa kelahiran 1995 ini.

Berbagai inovasi pengajaran pun diterapkan dalam kegiatan itu. Mulai dari mendatangkan Tim ITS Mengajar hingga mengikutkan siswa-siswinya dalam perlombaan, seperti Lomba Cerdas Cermat dan Kreatiftas yang diadakan oleh PENS November lalu. Rencananya, pembelajaran ini akan terus berlangsung hingga Kampung Inggris benar-benar terealisasi. "Kami optimis Kampung Inggris bisa terwujud karena dukungan dari seluruh stake holder dirasa sangat besar," tutup mahasiswa yang hobi membaca buku ini. (arn/akh)

×