Hindari Insiden Buruk, Persiapan SAS 4 Lebih Matang

Published on
By

Sapu Angin kali ini berkesempatan mengikuti kompetisi Student Formula Japan (SFJ) yang diadakan oleh Formula Society of Automotiive Engineer (FSAE). Acara ini bertujuan untuk melatih keterampilan mahasiswa utamanya pada bidang otomotif.

Pada Rabu (7/9) lalu, SAS 4 telah dinyatakan lolos scrutineering. Yaitu proses pemeriksaan teknis yang dilakukan secara detail, baik dilakukan sebelum maupun sesudah balapan. "Kamis pagi ada race skidpad dan acceleration, siangnya ada race autocross dan lusa ada race endurance 20 putaran," tutur Lutfi Agus Salim, salah satu tim Sapu Angin.

Race skidpad sendiri adalah uji kemampuan cornering dalam lintasan menyerupai angka delapan. Sementara autocross merupakan jenis cabang motorsport yang menggunakan waktu dan keandalan melewati lintasan sebagai acuan penilaian utama.

Berkaca dari insiden buruk yang sempat terjadi pada Sapu Angin Juni lalu, kali ini mobil yang merupakan perbaikan dari SAS 3 tersebut lebih diperketat dalam pengawasan."Mobil alhamdulillah dalam keadaan ideal. Semua permasalahan pada hari ini alhamdulillah dapat teratasi," terangnya.

SFJ tahun ini diikuti oleh sekitar 90 tim yang terdiri dari berbagai negara. Seperti Jepang, Jerman, Indonesia, India, China, Taiwan, hingga Thailand. Event perlombaannya sendiri dibagi menjadi dua, yaitu static event dan dynamic event. "Static event terdiri dari cost report, design report, dan business plan. Untuk dynamic eventnya ada skidpad, autocross, akselerasi, endurance, dan efisiensi," pungkas pria asal Magetan tersebut. (mbi/guh)

×