Hadirkan Inovasi Edukatif hingga Inklusif, Despro ITS gelar Despro Week Vol.06

Published on
By
Salah satu mahasiswa Departemen Desain Produk Industri ITS Kanaya Maharani ketika memenangkan awarding Best of The Best kategori furniture 2 pada Despro Week ITS Vol.06
Salah satu mahasiswa Departemen Desain Produk Industri ITS Kanaya Maharani ketika memenangkan awarding Best of The Best kategori furniture 2 pada Despro Week ITS Vol.06

Kampus ITS, ITS News — Departemen Desain Produk Industri (Despro) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar pameran tahunan lewat acara Despro Week Vol.06. Pameran ini merupakan agenda rutin untuk mempublikasikan serta mengapresiasi hasil karya tugas akhir mahasiswa dari mata kuliah semester genap.

Sebagai agenda tahunan Departemen Despro ITS, pameran tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk unjuk gigi dalam mempresentasikan inovasi desain mereka kepada publik. Tak hanya itu, mahasiswa turut belajar dalam merespons kebutuhan users pada produk yang ditampilkan. Kegiatan yang digelar di Gedung Departemen Despro ITS selama empat hari sejak Senin (29/6) lalu ini menampilkan ratusan karya dari mahasiswa semester 2, 4, dan 6.

Ragam karya yang disajikan meliputi visualisasi poster hingga perwujudan produk yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan isu masyarakat. Setiap karya mencerminkan solusi kreatif terhadap berbagai tantangan yang diangkat. Menariknya, pameran ini menguji kemandirian mahasiswa karena hampir semua karya dikerjakan secara individu kecuali pada kategori transportasi yang dikerjakan berkelompok. 

Salah satu karya yang menarik perhatian berasal dari inovasi milik Kanaya Ramadhani berupa multifunctional rocking toy dengan konsep desain yang terinspirasi dari karakter sapi. Ditujukan pada anak usia 4-6 tahun, dirinya mengungkapkan bahwa ide ini berangkat dari pengamatannya terhadap anak-anak yang aktif mengeksplorasi mainan. “Curio menggabungkan elemen permainan sensorik dan papan tulis yang terintegrasi dalam satu produk,” jelasnya. 

Lebih jauh lagi, produk tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk melatih pergerakan aktif serta sensor motorik melalui sentuhan langsung dengan produk. Untuk memastikan produk disusun dengan tepat, ia menitikberatkan pada elemen seperti kain taktil, komponen interaktif yang dapat digerakkan, dan kalung sapi yang dilengkapi bel. “Fitur ini dirancang agar aman sekaligus memicu rasa ingin tahu,” tambah mahasiswi angkatan 2024 tersebut.

Mahasiswa Desain Produk ITS Abigail Kafrell Wijaya saat menjelaskan inovasi Authea di acara Despro Week Vol.06
Mahasiswa Desain Produk ITS Abigail Kafrell Wijaya saat menjelaskan inovasi Authea di acara Despro Week Vol.06

Sementara itu, pada kategori apparel, sepatu fungsional bernama Autonomous Ease (Authea) turut menarik perhatian pengunjung. Produk berbentuk sepatu model ballerina flats inklusif dengan sistem dual layer system ini digagas oleh Abigail Kafrell Wijaya. Karya tersebut muncul dari tingginya angka penyandang gangguan upper limb impairments, mulai dari defisit koordinasi motorik ringan dan kehilangan lengan. 

Mahasiswi yang akrab disapa Abigail tersebut mengungkapkan bahwa ketergantungan pada orang lain dalam melakukan suatu hal dapat menurunkan otonomi diri mereka. Berangkat dari hal tersebut, ia menghadirkan Authea yang dilengkapi sepatu bagian dalam kain rajut model tabi untuk fleksibilitas jari kaki, serta sol luar yang kokoh agar kaki bisa langsung masuk. “Desain sepatu ini mempermudah kemandirian penyandang disabilitas,” tutur mahasiswa angkatan 2024 tersebut. 

Karya menarik lainnya yakni pelontar kelereng Jepang bertajuk B-Daman 970 yang mengangkat isu kemanusiaan melalui penyematan elemen keffiyeh dan warna bendera Palestina. Despro Week Vol.06 ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat mahasiswa untuk terus melahirkan inovasi yang adaptif. Tak hanya itu, gelaran ini pun menjadi wujud dukungan ITS terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang pendidikan yang berkualitas.(*)

 

Reporter: Naila Zalfa Hamidah
Redaktur: Putu Calista Arthanti Dewi

×