Guna Hadapi MEA, Indonesia Perlu Memanfaatkan Media Baru

Published on
By

Rabu (11/11), Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) ITS mengadakan seminar  dengan tema NEW MEDIA – Opportunity and Challenge yang bertempat di lantai satu gedung Rektorat ITS. Pembicara yang diundang adalah Dennis Adishwara yang pernah bermain dalam film ADA APA DENGAN CINTA serta Eno Bening yang namanya sudah tak asing lagi dalam dunia sosial media. Seminar kali ini membicarakan tentang pergeseran media konvensional seperti televisi dan radio ke media yang baru yang bernama Internet.

Di awal acara, Eno menyinggung kebiasaan orang Indonesia ketika berselancar di internet. “Indonesia adalah penyumbang penonton no. 2 terbesar di dunia, tapi nontonnya Rihanna, Katy Perry, bukan Si Unyil.  Kita di sana sebagai konsumen, sebagai market.”

Hal tersebut ditakutkan Eno karena MEA sudah semakin dekat. Jika Indonesia terus seperti itu, Indonesia hanya akan menjadi konsumen ketika negara-negara luar telah sukses dalam produksi di bidang industri kreatif.

Sementara itu, Dennish Adishwara menjelaskan bahwa di Amerika Serikat sendiri, ada sekitar 6 miliar Dollar transaksi dalam industri online video dan mempunyai grafik yang selalu naik. Ia juga menambahkan bahwa pada tahun semakin tahun dunia pertelevisian akan ditinggalkan orang-orang. “Orang-orang akan lebih memilih menonton online video ketimbang menonton TV” tuturnya.

Ia memprediksi bahwa di tahun 2016 iklan di TV menurun 10% setiap tahunnya serta 83% internet akan diisi oleh trafficnya video. Saat ini, persatu menit di dunia nyata ada 300 jam video diupload di youtube. Tentunya hal ini akan menjadi ladang yang subur bagi mereka yang bisa kreatif di sosial media, terutama Youtube.

Melihat hal ini, maka para content creator Indonesia harus memanfaatkan media internet sebagai lahan untuk mengembangkan kreativitas mereka. Dikarenakan biaya produksi dan distribusi yang mahal di televisi, maka tentunya media internet adalah media yang sangat menjanjikan bagi content creator seperti animator Indonesia. Sudah saatnya animasi asli Indonesia berkembang dan dapat bersaing dengan animasi-animasi luar.

Seminar ini bertujuan mengajak para mahasiswa ITS yang berminat pada dunia animation creator untuk bergabung dalam Kratoon Channel. Kratoon Channel menawarkan pendaftaran hak cipta gratis ke DIRJENHAKKI bagi animator yang bergabung dengan Kratoon Channel. Semua ini bertujuan untuk mendukung animator-animator Indonesia.

Di akhir acara, diundang lagi animator yang juga alumni ITS. Beliau adalah Cak Ikin yang terkenal dengan animasi CULO dan BOYOnya. Eno mengungkapkan kekagumannya terhadap Cak Ikin atas karyanya. Acara diakhiri dengan penyerahan cendera mata serta foto bersama di depan gedung rektorat.

×