Dengan semangat membara, ratusan mahasiswa JTL ITS memprotes keras berbagai tindakan tidak bertanggung jawab yang merusak lingkungan. "Contohnya saja penebangan liar hutan dan bisnis yang hanya mementingkan masalah finansial semata tanpa peduli akibatnya pada lingkungan," ungkap Adelia Puspita Sari, ketua panitia.
Dalam orasinya, mereka mengajak masyarakat untuk mulai menyadari pentingnya menjaga lingkungan demi kebaikan bersama. "Berikanlah hak untuk anak cucu kita berupa alam yang lestari untuk kelangsungan hidup segenap komponen alam ini," seru salah seorang orator.
Tak hanya berparade, mahasiswa JTL ITS juga membagi bunga mawar kepada para warga yang berada di jalur yang mereka lewati. Hal tersebut dilakukan untuk menyebarkan semangat cinta lingkungan ke masyarakat.
Di akhir, Adel berharap semangat cinta lingkungan tidak hanya berhenti di lingkungan kampus, namun juga menyebar di seluruh elemen masyarakat Surabaya. "Kami ingin warga Surabaya untuk setidaknya punya pengetahuan akan pentingnya menjaga lingkungan, baru kemudian menerapkannya di kehidupan sehari-hari," pungkasnya. (gol/man)