Penerima Bidikmisi dan Afirmasi ITS sambangi UB
Bertepatan dengan peringatan hari Pahlawan kali ini ITS mengirim perwakilan beberapa mahasiswanya yang menerima bantuan Bidikmisi dan beasiswa Afirmasi ke Universitas Brawijaya (UB) Malang, Selasa (10/11). Perwakilan tersebut ditugaskan untuk menghadiri acara Penyerahan Bantuan Bidikmisi dan Beasiswa Afirmasi 2015 oleh Prof Drs Mohamad Nasir M Si Akt Ph D selaku menteri riset teknologi dan pendidikan tinggi yang dilakukan secara simbolis.
Selain menristek dikti, hadir pula pada acara tersebut Komisi X DPR RI, Ridwan Hisyam serta beberapa rektor dari universitas di jawa timur. Tak kurang dari 960 peserta yang berasal dari berbagai PTN maupun PTS seantero jawa timur menghadiri acara tersebut. 25 diantaranya berasal dari ITS, 15 perwakilan bidikmisi dan sisanya Afirmasi.
Dibuka dengan persembahan Tari tradisional khas banyuwangi, Jejer Jaran, serta lagu Indonesia Raya, pagi itu acara berlangsung hikmat. Proses serah terima dana dilakukan dengan simbolis, saat itu yang mewakilkan ITS adalah Galuh putri, Ibrahim Dwi Rizki (Bidikmisi), Nur Fajri QAS, Klara Hay, dan Liberman Zega (Afirmasi). Semarak keramaian menghiasi panggung kala itu, ditemani oleh Komisi X serta Rektor UB, Nasir memberikan bantuan dana tersebut satu persatu kepada setiap perwakilan mahasiswa yang datang.
Setelah melakukan prosesi serah terima bantuan Bidikmisi dan beasiswa Afirmasi , Nasir memberikan sambutan, arahan serta tuntunan kepada para peserta agar semaksimal mungkin dalam memanfaatkan bantuan yang telah diberikan. Pria asal madiun tersebut juga menegaskan bahwa pemerintah sama sekali tidak keberatan untuk menanggung biaya pendidikan, yang terpenting justru tunjukan bahwa mahasiswa memang memiliki potensi besar untuk membangun bangsa dimasa depan. Dalam pidatonya Nasir juga menyinggung tentang program akselerasi sarjana S3 selama 7 tahun. Menurutnya, jika SD, SMP, SMA saja bisa melakukan akselerasi, maka mahasiswapun harusnya bisa.
Nasir meyakinkan para peserta untuk tidak pernah merasa minder meski berasal dari keluarga kurang mampu, karena kebanyakan orang sukses juga pada awalnya merangkak dari bawah. Sekali lagi beliau menegaskan bahwa yang terpenting adalah kerja keras, cerdas, dan ikhlas. Dengan modal itu maka mahasiswa pasti mampu menjadi pemimpin yang baik dimasa depan kelak.
Disela-sela acara tersebut ITS Online sempat mewawancarai Prof Yonny Koesmaryono selaku Pokja beasiswa Bidikmisi dan Afirmasi Pendidikan (Adik). Saat ditanya perihal perbedaan Bidikmisi dan Afirmasi, pria asal jakarta ini dengan gamblang menerangkan bahwa Bidikmisi adalah beasiswa yang ditujukan bagi seluruh rakyat indonesia yang berprestasi baik, namun kurang mampu secara ekonomi sedangkan Afirmasi adalah beasiswa yang diberikan kepada siswa yang berdomisili di daerah tertentu yang dianggap akesnya kurang. Kriteria daerah tersebut dirangkum dalam 3T yaitu, Terdepan, Terluar, Tertinggal artinya daerah-daerah yang berada di perbatasan NKRI. Yonny secara pribadi berharap, fungsi bidikmisi untuk memutus mata rantai kemiskinan serta fungsi Afirmasi sebagai pemerata pendidikan sekaligus penguat pondasi persatuan dapat berlaku sebagaimana mestinya.
Terkait peran ITS, M Agung Pamujo S Sos selaku pendamping rombongan mengatakan bahwa saat ini status ITS hanyalah sebagai tamu undangan. Namun, 2006 silam saat Menristek RI yang menjabat adalah Mohamad Nuh, ITS lah yang berperan sebagai tuan rumah dan mengundang hampir seluruh PTN dan beberapa perwakilan PTS seantero Jawa Timur. Ditinjau dari bentuk acara cenderung sama, bedanya saat ini waktu pelaksanaan berlangsung dua hari sejak senin (10/11) sedangkan dulu mampu diselesaikan dalam waktu satu hari, meskipun konten acaranya sama. (n.15)