
Gresik, ITS News – Literasi tidak melulu soal buku. Prinsip inilah yang diusung tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi kolaborasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dalam mengenalkan literasi sains kepada anak usia dini di RA Sunan Ampel, Desa Banjaran, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Alih-alih mengenalkan sains lewat teori, mahasiswa KKN mengajak peserta melakukan eksperimen sederhana berupa cap tangan ajaib yang memanfaatkan ekstrak kunyit dan larutan baking soda.
Kegiatan ini disambut antusias oleh anak-anak maupun para guru pendamping. Sejak sesi dimulai, peserta sudah tidak sabar menunggu giliran mencoba eksperimen yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. Dalam praktiknya, tangan peserta terlebih dahulu dicelupkan ke dalam larutan baking soda, lalu ditempelkan ke selembar kertas hingga membentuk cap tangan. Kertas yang telah dicap kemudian dikeringkan sejenak sebelum dilukis menggunakan ekstrak kunyit sebagai pewarna alami.
Momen yang paling dinantikan pun tiba. Begitu ekstrak kunyit menyentuh bagian kertas yang sebelumnya terkena larutan baking soda, warna kuning kunyit seketika berubah menjadi merah. Reaksi perubahan warna ini membuat peserta berteriak kegirangan dan berebut mencoba pada kertas mereka masing-masing.
Ketua Kelompok KKN Tematik Literasi ITS x Perpusnas RI Desa Banjaran, Nur Lailatul Fadhilah menjelaskan, kegiatan ini dirancang agar anak-anak mengenal sains dengan cara yang menyenangkan sejak usia dini. “Kami ingin adik-adik di sini tidak hanya mengenal literasi lewat buku, tetapi juga lewat eksperimen langsung yang bisa mereka lihat dan rasakan sendiri,” terangnya.
Mahasiswa yang akrab disapa Laila tersebut menjelaskan, reaksi warna dari kunyit dan baking soda ini sederhana, tapi efeknya luar biasa untuk menumbuhkan rasa ingin tahu peserta terhadap sains. Pemilihan bahan-bahan sederhana dan aman seperti kunyit dan baking soda bukan tanpa alasan. Selain mudah didapat, bahan-bahan tersebut aman digunakan untuk anak-anak sehingga orang tua maupun guru tidak perlu khawatir. “Semoga lewat kegiatan sederhana ini, semangat belajar dan rasa ingin tahu adik-adik terhadap sains dan literasi terus tumbuh, tidak berhenti sampai di sini saja,” tambahnya.

Salah satu guru pendamping RA Sunan Ampel Banjaran turut mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, metode belajar sambil bermain seperti ini efektif untuk menarik minat anak-anak usia dini terhadap kegiatan literasi dan sains.
Eksperimen cap tangan kunyit dan baking soda ini menjadi salah satu rangkaian program KKN Tematik Literasi ITS x Perpusnas RI 2026 di Desa Banjaran. Program ini secara keseluruhan bertujuan menanamkan budaya literasi sejak dini kepada generasi muda desa setempat, baik melalui buku, permainan, maupun eksperimen sains sederhana. Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas serta poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, sebagai wujud sinergi ITS dan Perpusnas RI dalam menumbuhkan budaya literasi dan sains sejak usia dini. (*)