Gandeng Mahasiswa Mancanegara, GCO ITS Dukung Produk Agrikultur Lokal

Published on
By
Peserta GCO ITS dalam kegiatan kunjungan ke produksi Punjer'e Kopi Wonosalam
Peserta program GCO ITS dalam kegiatan kunjungan di rumah produksi Punjer’e Kopi Kabupaten Jombang

Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyalurkan kebermanfaatan untuk masyarakat sembari menguatkan kiprah globalnya lewat Global Community Outreach (GCO). Melalui Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI) ITS, program yang berfokus pada produk agrikultur lokal ini dilaksanakan selama sebelas hari sejak 21 Juni lalu.

Program Manager GCO Faiqoh Agustin ST MA menjelaskan, kegiatan ini membawa tema Value Chain and Circular Business Enhancement of Indonesia’s Local Agricultural Products dalam pelaksanaannya. Ia menambahkan, program dijalankan dengan menggandeng mahasiswa asing untuk melakukan kunjungan mitra usaha serta berdialog dan mempelajari proses produksi secara langsung. “Hasil dari kegiatan ini kemudian dianalisis untuk menghasilkan rekomendasi kepada pihak mitra,” jelasnya.

Perempuan yang kerap disapa Fai itu menyebutkan bahwa produk agrikultur yang menjadi sasaran dalam program GCO meliputi komoditas kopi, pisang, dan kedelai. Dari sasaran tersebut, dipilih mitra yang masuk dalam kategori usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa timur. Mitra terpilih meliputi Punjer’e Kopi dari Kabupaten Jombang sebagai usaha kopi lokal serta Gudange Tahu Takwa (GTT) dari Kabupaten Kediri sebagai produsen tahu dan getuk pisang.

Salah satu mahasiswa asing peserta GCO ITS yang terlibat langsung dalam proses pembuatan produksi tahu di Gudange Tahu Takwa (GTT) Kediri
Salah satu mahasiswa asing peserta program GCO ITS yang terlibat langsung dalam proses pembuatan tahu di Gudange Tahu Takwa (GTT) Kabupaten Kediri

Lebih lanjut, program GCO kali ini melibatkan 15 mahasiswa asing dari berbagai perguruan tinggi mancanegara. Para peserta tersebut berasal dari Novia University of Applied Sciences Finlandia, KTH Royal Institute of Technology Swedia, VIVES University of Applied Sciences Belgia, dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. “Keterlibatan mahasiswa asing memungkinkan adanya perspektif baru dalam analisis pengembangan bisnis mitra,” imbuh alumnus Departemen Desain Produk ITS ini.

Tidak hanya itu, program GCO turut menggandeng PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMI) guna mendukung pendanaan, pembinaan, hingga pelaksanaan program. President Director TMMI Warih Andang Tjahjono menyebutkan, kegiatan ini penting untuk menanamkan nilai kejujuran mahasiswa. “Nilai kejujuran yang dimaksud adalah bagaimana peserta memberikan saran dan masukan dengan perspektif yang benar sesuai ilmu pengetahuan,” tambah Warih.

Gambar Mahasiswa Novia University of Applied Sciences Finlandia Tom Sodeeholm (paling kiri) bersama rekan timnya dalam final presentation program GCO ITS
Mahasiswa Novia University of Applied Sciences Finlandia Tom Sodeeholm (ujung kiri) bersama rekan timnya dalam final presentation program GCO ITS

Sementara itu, salah satu peserta program GCO Tom Sodeeholm menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan baru baginya. Mahasiswa dari Novia University of Applied Sciences Finlandia tersebut mengaku berkesempatan mengenal individu dari beragam latar belakang. Tidak hanya itu, ia juga dapat mempelajari proses produksi dari berbagai produk agrikultur Indonesia secara langsung.

Dari kegiatan tersebut, Tom berharap agar kegiatan ini terus mendapat dukungan dan menghasilkan masukan yang bermanfaat bagi para pelaku usaha. Sejalan dengan itu, pelaksanaan program GCO turut mencerminkan komitmen ITS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Poin yang diraih meliputi poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (*)

 

Reporter: Bella Ramadhani
Redaktur: Ahmad Naufal Ilham

×