Gandeng Mahasiswa Internasional, ITS Aktualisasikan Program Sosial Inovatif

Published on
By
Foto bersama mahasiswa internasional, dalam negeri, warga Gebang Putih, serta petugas kelurahan Gebang Putih pada Focus Group Discussion Global Summer Course Initiatives Social Innovation Project, Rabu (15/4)
Mahasiswa internasional dan dalam negeri bersama warga dan petugas Kelurahan Gebang Putih pada Focus Group Discussion Global Summer Course Initiatives Social Innovation Project, Rabu (15/4)

Kampus ITS, ITS News — Gandeng mahasiswa internasional, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengadakan Global Summer Course Initiatives Social Innovation Project (GSCI). Program yang berlangsung selama lima hari mulai Senin (13/4) ini dirancang sebagai upaya merumuskan solusi inovatif untuk menjawab berbagai tantangan di Kelurahan Gebang Putih, Surabaya. 

Dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI) ITS Dr Maria Anityasari ST ME menyampaikan, Kelurahan Gebang Putih kini tengah menghadapi empat tantangan umum. Permasalahan yang terjadi meliputi bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kepemudaan, lahan kosong, serta bank sampah. “Permasalah ini kami rumuskan berdasarkan survei yang telah dilakukan,” paparnya. 

Secara spesifik, Maria menyoroti lemahnya branding dan manajemen keuangan sektor UMKM Kelurahan Gebang Putih. Menurutnya, hal ini dapat menghambat perkembangan UMKM untuk bersaing secara lokal. Di sisi lain, masih terdapat banyak lahan kosong di wilayah ini yang belum dimanfaatkan secara produktif dan maksimal.

Kepala Laboratorium Sistem Manufaktur Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS Dr Maria Anityasari ST ME saat menyampaikan apresiasi kerja sama mahasiswa internasional dengan Kelurahan Gebang Putih
Kepala Laboratorium Sistem Manufaktur Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS Dr Maria Anityasari ST ME saat menyampaikan apresiasi kerja sama mahasiswa internasional dengan Kelurahan Gebang Putih

Lebih lanjut, persoalan higienitas di Kelurahan Gebang Putih juga belum tertangani secara optimal terutama dalam pengelolaan sampah. Banyak bank sampah yang memerlukan perbaikan agar mampu berfungsi dengan baik. “Untuk bisa mengelola dan menuntaskan permasalahan tersebut, maka dibutuhkan peran dan dedikasi para pemuda desa,” jelasnya. 

Melihat celah tersebut, ITS melalui Laboratorium Sistem Manufaktur DTSI bersama mitra perguruan tinggi mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Gebang Putih. Mahasiswa internasional dan dalam negeri dalam program ini menelaah permasalahan untuk menggali ide solutif. Pemikiran ini kemudian disampaikan melalui focus group discussion (FGD) bersama perangkat kelurahan dan warga di Kantor Kelurahan Gebang Putih, Rabu (15/4).

Maria membeberkan, program yang diikuti mahasiswa dari Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, hingga Skotlandia ini berhasil merumuskan serangkaian solusi strategis. Dalam permasalah UMKM, tim pengabdian masyarakat menawarkan pembuatan aplikasi digital untuk memudahkan perhitungan harga pokok produksi. Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi waktu bagi pedagang lokal dalam mengelola operasional UMKM. 

Diskusi mahasiswa internasional dan dalam negeri dengan warga Gebang Putih terkait sektor UMKM
Diskusi mahasiswa internasional dan dalam negeri dengan warga Kelurahan Gebang Putih terkait sektor UMKM

Sementara itu, rekomendasi pembuatan taman hingga pasar malam diberikan untuk memaksimalkan produktivitas lahan kosong yang tersedia. Maria menyarankan, perlu adanya perbaikan bank sampah untuk memperkuat higienitas di Kelurahan Gebang Putih. “Di sini, anak muda dapat berkontribusi untuk menyelesaikan masalah dan memperkenalkan Kelurahan Gebang Putih ke khalayak ramai,” tambahnya. 

Memandang aksi ini, Lurah Gebang Putih Indriyani Setiyawati SSos MSi menyambutnya dengan baik setiap ide yang digagas. Ia mengungkapkan bahwa program ini merupakan kesempatan pertama bagi kelurahannya untuk berkolaborasi dengan mahasiswa mancanegara. “Bahwasanya karena kami berdekatan dengan ITS, maka sudah seharusnya saling memberikan kontribusi,” uangkapnya. 

Melalui aksi inovasi sosial ini, ITS pun semakin memperkuat pencapaiannya dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Poin yang didukung mencakup poin ke-3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, poin ke-11 terkait komunitas yang berkelanjutan, dan poin ke-17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Sinergi ini diharapkan dapat membawa kebermanfaatan bagi masyarakat. (*)

 

Reporter: Jecklin Chintya Galle Djami
Redaktur: Ahmad Naufal Ilham

×