
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif. Untuk mewujudkan visi tersebut, dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dan memorandum of agreement (MoA) antara ITS dan Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI di Gedung Rektorat, Jumat (26/6).
Wakil Rektor III Bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi, Teknologi, dan Sistem Informasi ITS Imam Baihaqi ST MSc PhD menegaskan bahwa upaya tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan akreditasi. Ia menyebut, langkah ini merupakan wujud nyata komitmen ITS dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh kalangan. “Education for all yang berarti setiap orang memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang layak,” tuturnya.
Sebagai langkah konkret, Imam mengungkapkan bahwa ITS menargetkan mulai menerima mahasiswa penyandang disabilitas pada 2027 melalui jalur seleksi khusus. Untuk mendukung implementasi tersebut, ITS tengah menyiapkan berbagai penyesuaian sistem pembelajaran. Selain itu, infrastruktur fisik yang ramah disabilitas juga akan terus dikembangkan.

Selaras, Direktur Pengembangan Akademik dan Inovasi Pembelajaran ITS Prof Dr Ir Aulia Siti Aisjah MT menjelaskan bahwa ITS tengah menyusun kurikulum yang lebih ramah disabilitas. Persiapan tersebut juga mencakup pembekalan bagi dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. “Akan ada pendamping atau buddy yang mendampingi mahasiswa disabilitas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Aulia menerangkan bahwa skema tersebut dirancang untuk menjamin pemerataan akses pendidikan secara berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa penyandang disabilitas akan memperoleh berbagai penyesuaian akademik, seperti jadwal khusus saat ujian tengah semester (UTS) maupun ujian akhir semester (UAS). ITS juga menyediakan formulir khusus bagi mahasiswa yang memerlukan layanan pendampingan selama menjalani proses pembelajaran.

Di sisi lain, Komisioner KND RI Dr Rachmita Maun Harahap ST MSn mengapresiasi langkah ITS dalam memperkuat pendidikan inklusif melalui kerja sama ini. Ia juga mendorong ITS untuk membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD) sebagai upaya memperkuat layanan bagi penyandang disabilitas di lingkungan kampus. “Melalui ULD, layanan bagi penyandang disabilitas di lingkungan kampus dapat berjalan lebih optimal,” ungkapnya.
Melalui sinergi tersebut, ITS mempertegas komitmennya dalam menghadirkan akses pendidikan yang adil, setara, dan inklusif bagi seluruh masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya ITS membangun ekosistem pendidikan tinggi yang ramah bagi penyandang disabilitas. Kolaborasi tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan tujuan ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Reporter: Jecklin Chintya Galle Djami
Redaktur: Shafa Annisa Ramadhani