Raudlah Hawin Ayani, penanggungjawab acara, FS2 kali ini cukup berbeda dengan sebelumnya. Sebelumnya, FS2 layaknya sebuah seminar yang berisi pemparan materi dalam kelas besar. Sedangkan kini peserta dibagi dalam beberapa kelas kecil.
"Harapannya, peserta tidak malu-malu lagi saat ingin bertanya. Sesinya juga lebih didominasi dengan tanya jawab, jadi lebih seperti sharing session dari pada seminar," jelas mahasiswi Departemen Teknik Geomatika ini.
Dengan konsep yang baru, Hawin berharap FS2 dapat menarik minat lebih banyak mahasiswa ITS. Apalagi, acara tersebut memberikan informasi secara lengkap, mulai dari pertukaran pelajar, beasiswa dan program magister di luar negeri, hingga kompetisi dan konferensi internasional.
"Ini sengaja kami selenggarakan untuk memfasilitasi mahasiswa ITS agar lebih termotivasi dan tau apa yang harus disiapkan saat ingin go abroad. Jadi seharusnya mahasiswa ITS juga lebih proaktif," tutur Hawin.
Sementara itu, salah satu pembicara yang berbagi pengalamannya ialah Arika Fadhia Rahmi. mahasiswi Departemen Teknik Kimia ini adalah peraih juara tiga dalam Oil Rig Design Competition Oil And Gas Week tingkat Asia Pasifik yang digelar di Malaysia November 2015 lalu.
Menurut Arika, setidaknya terdapat lima tips saat mengikuti kompetisi internasional. Pertama ialah memahami betul peraturan kompetisi yang ditetapkan panitia. Meski demikian, menurut Arika, kompetitor tetap dituntut untuk melakukan inovasi agar dapat memberikan hasil yang lebih baik dari yang diminta panitia dalam peraturannya.
"Kedua, jangan ragu tanya ke panitia kalau ada info yang kita anggap ambigu, termasuk tentang peraturan lombanya. Jadi, inovasi yang kita buat tetap sesuai dengan peraturan," ujar wanita asal Bogor ini.
Arika juga menyarankan untuk akrab dengan panitia selama kompetisi. Sebab, ada kemungkinan bahwa penilaian dalam lomba dipengaruhi pula oleh tanggapan pantia terhadap kita.
Tips selanjutnya ialah terus berlatih dan mempersiapkan yang terbaik untuk kompetisi. "Terutama latihan untuk presentasi, pastikan semua keunggulan konsep kita dapat tersampaikan ke dewan juri," tutur mahasiswi angkatan 2013 ini.
Terakhir, jangan lupa memperhatikan jadwal kuliah selama lomba diselenggarakan. Sebab, tak semua dosen dapat memberikan kelonggaran bagi mahasiswanya yang akan berlomba. Arika pun sempat menceritakan pengalamannya saat terpaksa pulang sebelum rangkaian acara kompetisi berakhir karena harus mengikuti kuis yang telah dijadwalkan.
"Usahakan jangan sampai berbenturan jadwalnya dengan kuis atau ujian penting. Jika iya, dari jauh-jauh hari harus aktif tanya ke dosen dan segera lobi untuk meminta kelonggaran," pungkas Arika. (ayi/mis)