Flying Dutchman, Kapal Perang Mahasiswa ITS

Published on
By

Mereka adalah Anisa Prasetyo, Cakra Wijaya K R, Pratama Yuli A, Rahmat Diko E yang menyebut Flying Dutchman kapal perang ini. "Dalam pengoperasiannya, kapal ini dapat melakukan penyergapan tanpa diketahui oleh musuh. Persis seperti Flying Dutchman, mitos kapal hantu Belanda," ujar Anisa Prasetyo, Minggu (12/6). 

Pria yang akrab disapa Apras ini mengatakan, kapal perang buatannya adalah gabungan dari konsep kapal trimaran (berlambung tiga, reds) dengan pesawat wing in surface effect. Kapal trimaran sendiri memiliki stabilitas yang tinggi dibanding kapal berlambung satu sehingga mampu bertahan di cuaca buruk. Sedangkan tambahan konsep pesawat wing in surface effect memungkinkan kapal dapat terbang rendah di atas permukaan air dan darat.
"Dibanding dengan kapal-kapal perang sebelumnya, mesin Flying Dutchman ini lebih irit sehingga mampu menggerakkan kapal dengan kecepatan yang tinggi. Selain itu, kapal ini dapat terbang dengan kecepatan 200 knot," jelas mahasiswa jurusan teknik perkapalan ITS ini. Menurutnya, dengan sepesifikasi kapal perang seperti ini dapat mempermudah proses penangkapan kriminalitas di perairan Indonesia.
Dikatakan Apras, riset kapal perang ini sudah mencapai tahap preliminary desain atau akhir pembuatan prototipe dan pengujian prototipe. Riset yang akan dilakukan selanjutnya adalah proses optimalisasi desain untuk meningkatkan performa kapal dan proses pengoptimalan persenjataan. "Sebenarnya masih banyak riset yang harus dilakukan agar menjadi kapal siap digunakan," ungkapnya.
Penilitan yang telah dilakukan tim ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, bahkan Apras mengatakan timnya harus mengeluarkan dana pribadi untuk riset. "Selain itu kami juga harus meminjam beberapa peralatan milik jurusan Teknik Perkapalan ITS," tambahnya.
Namun demikian, menurut Apras para dosen sangat mendukung adanya inovasi yang diciptakannya ini. "Kami juga telah menghubungi bagian penelitian TNI AL untuk berdiskusi lebih lanjut minggu depan," katanya. 
Tim yang akan mengikuti perlombaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Bogor ini berharap karyanya dapat dikembangkan dan diimplementasikan sebagai alternatif baru dalam menjaga teritorial laut Indonesia. "Selain itu tentunya kami juga berharap bisa menjuarai PIMNAS XXIX," harapnya. (yan)
×