”Minimnya proses pembelajaran siswa-siswi SMA di laboratorium fisika akhirnya melatarbelakangi kami untuk menyelenggarakan kegiatan ini,” terang Muhammad Yusuf Hakim selaku ketua mmum Gebyar Fisika 2012. Sejatinya, kegiatan ini memang dimaksudkan agar para peserta dapat mengetahui dan merasakan hal-hal apa saja yang dapat dilakukan dalam sebuah laboratorium fisika.
Mengacu pula pada Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah pendidikan, semakin memperkuat alasan digelarnya acara ini hingga Minggu (4/3) besok. ”Kali ini, SMAN 9 dan SMAN 12 lah yang mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam 7 Wonder Physics Laboratory 2012,” ujar mahasiswa angkatan 2009 ini.
Para peserta kegiatan ini pun tampak menikmati dan merasakan manfaat open laboratorium ini. Mereka mengaku banyak mendapatkan pengetahuan setelah mengikuti kegiatan ini. Sebut saja Kartika Oktaviani, salah satu siswi SMA N 12 Surabaya.
Siswi satu ini mengatakan bahwa ia menjadi lebih paham tentang hal-hal apa saja yang dapat dilakukan dalam sebuah laboratorium fisika. ”Sebelumnya aku tidak terlalu tahu apa saja kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dalam sebuah laboratorium fisika,” ucap siswi kelas XI ini saat ditanya ITS Online di sela-sela kegiatan berlangsung.
Lain halnya dengan Kartika, Siti Puji yang juga berasal dari SMA N 12 Surabaya mengaku ingin mengetahui bagaimana suasana kehidupan kampus. Ia mengatakan hal itu pula yang ia dapat dari penyelenggaraan kegiatan ini. ”Itulah motivasiku saat ini,” jawabnya ceria.
Kegiatan 7 Wonder in Physics Laboratory 2012 ini meliputi kunjungan ke tujuh laboratorium jurusan Fisika. Yakni Laboratorium Fisika Bahan, Laboratorium Fisika Optik, Laboratorium Fisika Instrumentasi, Laboratorium Geofisika, Laboratorium Fisika Madya, Laboratorium Fisika Teori dan Laboratorium Fisika Dasar.
Di masing-masing laboratorium, mereka diberitahu mengenai pembelajaran apa saja yang dilakukan di setiap laboratorium serta produk hasil olahan laboratorium tersebut. Tak lupa, praktikum keilmuan Fisika punturut dilakukan para peserta di akhir kegiatan. Kali ini teori tentang viskositaslah yang diangkat sebagai bahan teori praktek.
Di sisi lain, pihak panitia juga mengutarakan bahwa kegiatan ini akan terus dibenahi dalam hal peyelenggaraan kegiatan agar manfaatnya dapat lebih dirasakan oleh seluruh peserta yang mengikutinya. ”Kita semua juga berharap, semoga dengan terselenggaranya kegiatan-kegiatan semacam ini juga turut serta berpartisipasi dalam pencerdasan anak bangsa,” pungkas Yusuf. (man/fz)