Terdapat tujuh tim yang berlaga di kompetisi ini. Mereka adalah tim terpilih dari berdasarkan hasil seleksi berkas yang telah digelar minggu lalu. Berbeda dengan tahun lalu, peserta semifinal MSC 2012 ini lebih beragam. Dominasi peserta tidak hanya dari ITS. ”Justru hanya satu tim dari ITS,” terang Indi Raisa Girsang, Koordinator Acara MSC ini.
Sedangkan sisanya adalah Tim The Mocaf Sagon (Saga) dari Universitas Gajah Mada, Tim Bio-Mikron, Tim Indonesian Transformation Batik (ITB), dan Tim Asap Cair dari Universitas Brawijaya, Tim Glean: Waterless Car Wash dari Institut Teknologi Bandung. Yang terakhir adalah tim Econnel Ecological Flannel dari Institut Pertanian Bogor
Pada kesempatan ini, setiap tim mendapat kesempatan memaparkan produknya selama 15 menit. Selain itu, untuk menguji kesiapan, peserta juga mendapat alokasi waktu selama 15 menit untuk sesi tanya jawab. Tidak tanggung-tanggung, MSC kali ini menghadirkan Putu Gde Ariastita ST MT, Ir Lantip Trisunarno MT serta Jhon Hardi Astra.
Indi menambahkan bahwa presentasi ini yang digelar hari ini, bukan akhir dari penilaian MSC. Peserta akan mendapat tantangan di Pasar Minggu ITS (Pamits) yang digelar Minggu (4/3). ”Dari sini akan dilihat kemampuan mereka menarik pengunjung,” terangnya.
Entrepreneur Versi Juri
Yang menarik, meski bertajuk kompetisi, para juri tidak hanya bertindak sebagai penguji. Di beberapa kesempatan, ketiganya banyak memberikan saran kepada setiap tim.
Lantip misalnya. Dalam kesempatan tersebut, dosen Teknik Industri ini banyak mengatakan bahwa untuk menciptakan bussiness plan, dibutuhkan semangat sebagai modal utama. Hal ini dapat digambarkan dari kekompakan tim dan antusiasme dalam menyampaikan ide bisnis.
Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa sebuah bisnis harus memiliki empat hal yang dapat dinilai. ”Pasar jelas, kebutuhan yang jelas, dapat diproduksi, keuangan yang jelas,” terangnya.
Pun dengan John. Koordinator LPB Mitra Bersama Waruini menekankan bahwa perhitungan keuangan menjadi faktor penting dalam menyusun sebuah bisnis plan. ”Apapun yang berhubungan dengan uang, harus dirincikan,” ujar John.
Sementara itu, Putu Gde Ariastita banyak menyinggung tentang spesifikasi produk. Baik dari segi kualitas dan kuantitas. (ran/fz)