Festival Riset dan Inovasi Jadi Ajang ITS Tampilkan Inovasi Berdampak - ITS News

Festival Riset dan Inovasi Jadi Ajang ITS Tampilkan Inovasi Berdampak

Published on
By
Direktur DRPM ITS, Fadlilatul Taufany ST PhD (kanan), menunjukkan Mesin Pembuat Ikan Asap Sehat Ramah Lingkungan dan Self-Sustained Retort Kiln yang dikembangkannya.

Surabaya, ITS News – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan riset yang berdampak bagi masyarakat melalui partisipasinya pada Festival Riset dan Inovasi yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya di Kebun Raya Mangrove Surabaya, Sabtu (25/7). Pada ajang tersebut, ITS menampilkan beragam inovasi hasil riset yang menawarkan solusi bagi penguatan ketahanan pangan, energi berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi, serta pelestarian ekosistem daratan dan lautan. 

Festival yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku industri, hingga masyarakat untuk memperkenalkan berbagai hasil penelitian dan inovasi yang siap diterapkan guna menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Tim peneliti ITS menunjukkan inovasi Mariculture dan Lamusa (Lampu Nusantara) Bahari pada Festival Riset dan Inovasi di Kebun Raya Mangrove Surabaya.Dalam kegiatan tersebut, ITS menampilkan beragam hasil riset unggulan dari berbagai bidang. Di antaranya MangroShield, ultra moisture gel berbahan dasar ekstrak mangrove, rumput laut, dan niacinamide untuk menjaga kesehatan kulit; Mesin Pembuat Ikan Asap Sehat Ramah Lingkungan yang menghasilkan ikan asap lebih higienis dengan emisi lebih rendah; Self-Sustained Retort Kiln, teknologi pembakaran mandiri yang efisien untuk menghasilkan biochar; Eco-Soka Apartment, sistem budidaya adaptif yang meningkatkan produktivitas kepiting soka premium; Lamusa (Lampu Nusantara) Bahari, lampu LED hemat energi untuk mendukung produktivitas nelayan; Mariculture, sistem keramba cerdas terpadu berbasis energi surya yang dilengkapi pemantauan kualitas air dan early warning system; INSAMO (Integrated Smart Monitoring), sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) untuk mitigasi bencana yang dilengkapi deteksi gempa bumi, pemantauan tinggi muka air, dan deteksi dini tanah longsor; serta Smart Eco-Pot Mangrove Ramah Lingkungan, inovasi pot sabut kelapa berbasis mikroorganisme lokal (MOL) untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman mangrove.

Wakil Rektor IV ITS, Prof Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD (dua dari kanan) membahas penguatan ekosistem inovasi serta pengembangan Kebun Raya Mangrove sebagai living laboratory saat sesi talkshow.Selain menghadirkan pameran inovasi, ITS juga mengambil bagian dalam sesi talk show melalui Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS, Prof Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD. Bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), BRIDA Kota Surabaya, dan PT SIER, Guru Besar Departemen Teknik Fisika ITS tersebut membahas penguatan ekosistem inovasi serta pengembangan konsep living laboratory sebagai ruang kolaboratif antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam menghasilkan inovasi yang dapat diuji sekaligus diterapkan secara nyata.

Keikutsertaan ITS dalam forum tersebut sekaligus memperkuat sinergi yang selama ini telah dibangun bersama BRIDA Kota Surabaya dalam mengembangkan Kebun Raya Mangrove sebagai kawasan konservasi, edukasi, penelitian, sekaligus laboratorium hidup (living laboratory). Melalui pendekatan tersebut, kawasan mangrove tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga menjadi ruang implementasi berbagai teknologi hasil riset untuk mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Partisipasi ITS pada Festival Riset dan Inovasi juga sejalan dengan komitmen institusi dalam memperkuat budaya riset yang berdampak melalui kolaborasi lintas sektor. Berbagai inovasi yang dipamerkan diharapkan dapat membuka peluang kerja sama lebih luas, mempercepat proses hilirisasi teknologi, serta memberikan solusi nyata bagi berbagai persoalan di bidang lingkungan, perikanan, dan pembangunan berkelanjutan.

Berbagai inovasi tersebut menjadi gambaran komitmen ITS dalam mendorong hilirisasi hasil riset sehingga tidak berhenti pada luaran akademik, tetapi dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Inovasi-inovasi tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-2 tentang Tanpa Kelaparan, poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, poin ke-9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur, poin ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, poin ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta poin ke-15 tentang Ekosistem Daratan. (*)

HUMAS ITS

×