Seorang gadis berlari dengan kencang. Ayah dan ibunya menyuruhnya untuk pergi dari kejaran raksasa jahat. Berkali-kali ia menoleh ke belakang melihat apakah makhluk dengan celana hijau tersebut masih mengejarnya. Tapi gadis tersebut tak kehilangan akal, ia melakukan berbagai trik cerdik untuk mengelabui sang raksasa.
Adegan Buto Ijo mengejar Timun Mas hanyalah sepenggal adegan yang dibawakan oleh tim Speaking Drama SMKN 9 Surabaya. Vincentia yang berperan sebagai Timun Mas tampil apik malam itu. Tak heran akhirnya ia diganjar sebagai Best Actress dalam pengumuman pemenang yang dilangsungkan di hari terakhir penyelenggaraa lomba (20/10)
Sebanyak lima kategori pemenang diperebutkan oleh tim drama dari sekolah lanjutan atas se-Surabaya. Selain kategori Best Actor dan Best Actress, ada pula penghargaan I dan Best Perform Setting. Nilai yang didapat tiap tim dalam tiap kategori tersebut akan diakumulasikan untuk menentukan siapa yang berhak mendapat tempat pertama dalam kategori Best Performance. SMK Santa Louis berjaya malam itu dengan merebut gelar Best Perform Setting, Best Director, serta Best Performance tempat pertama.
Menurut Kepala CLC ITS Drs Fuad Cholisi MSc MPhi pemilihan lomba Speaking Drama ini tak lepas juga dari keprihatinan pihaknya akan kurangnya perkembangan performing arts khususnya di Surabaya. Anak muda saat ini cenderung lebih gandrung pada cabang seni lain, misalnya musik. “Acara ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kami dengan perkembangan performing arts di Surabaya,†tegasnya.
Fuad memang tak main-main dengan dengan ucapannya. Untuk juri misalnya, ia menggandeng Harwi Mardianto SSn dari Komite Teater Dewan Kesenian Surabaya. Selain itu turut serta Dr Jonnie Hill PhD yang mewakili Konsulat Jenderal Amerika di Surabaya.
Penutupan acara yang dilangsungkan di Teater A ITS ini juga dihadiri oleh Pembantu Rektor IV ITS Ir Eko Budi Djatmiko MSc PhD. Eko menyambut positif acara ini serta menyebut bahwa acara serupa dapat menjadi media pembelajaran bagi siswa.
Momen penutupan acara ini juga dimanfaatkan Eko untuk mengundang hadirin untuk hadir dan meramaikan perayaan Dies Natalis Emas ITS. “Akan ada banyak pertunjukan seni dan budaya,†ucapnya, merujuk pada Pagelaran Seni Pitung Dino Pitung Bengi (Tujuh Hari Tujuh Malam) yang dilangsungkan 27-30 Oktober 2010 di Gedung Robotika ITS. (tyz/yud)