Career Plan Day, Rancang Karir dengan Matang

Published on
By

Acara ini mengusung tema Be a Student with True Contribution for the Glory of Indonesia. Dalam pelaksanaannya, BEM ITS bekerja sama dengan BEM FTK dan ASTRA Internasional. Sambutan hangat pun ditunjukkan mahasiswa ITS. Terbukti, tak kurang sekitar 600 mahasiswa mendaftar untuk bisa hadir dalam acara ini. Namun karena kuota yang terbatas, peserta diseleksi hingga menjadi sekitar 200 orang saja.

Dalam kegiatan ini, Agus Baskoro, General Manager (GM) Plan 3 ASTRA Honda Motor datang langsung sebagai pembicara. Ia menyampaikan materi berjudul Enjoy the Journey Of Life. Ia mengatakan bahwa perjalanan hidup ini penuh dengan liku-liku yang tidak bisa kita hindari. ”Mikirin ujian, deadline laporan praktikum, dan seminar adalah contoh perjalanan hidup kita saat kuliah,” ujar pria berkaca mata ini.

Agus mengatakan, seseorang harus mempunyai visi dan misi yang jelas. Dalam mencapai visinya, Agus menyarankan agar setiap orang perlu memiliki tujuh hal. Diantaranya adalah keyakinan diri, komitmen, tanggung jawab, kerja keras, berfikir positif, kemauan yang kuat, serta jangan egois.

Khusus untuk kerja keras dan jangan egois, Agus memberikan tambahan. Kerja keras perlu diimbangi dengan pertimbangan matang dan persiapan, sehingga menjadi kerja cerdas.Jika mengandalkan kerja keras saja, menurut Agus, hasil yang dicapai akan kurang maksimal dan hanya akan lelah di fisik saja.

Sedangkan untuk jangan egois, menjadi sukses memerlukan membantu orang lain. Sehingga menurut Agus, egois bukanlah sikap yang bijak untuk dilakukan. ”Kalau kita tidak mau membantu, maka kita tidak akan memiliki tim kerja yang kuat,” imbuh bapak dari tiga putri tersebut. Selanjutnya, alumni Teknik Mesin ITS 1984 ini mengatakan bahwa sukses bukanlah tujuan akhir. Melainkan sebuah proses yang berhasil dilewati dengan perjuangan keras.

Di sesi diskusi, Ibrahim, mahasiswa Statistika, menanyakan alasan tentang keputusan Agus yang lebih memilih kerja di ASTRA ketimbang melanjutkan bisnis yang telah dirintis sebelumnya. Agus menjawab bahwa ia merasakan tantangan yang berbeda untuk bekerja di perusahaan otomotif tersebut. ”Ayah saya memberi gambaran, jika saya bekerja di sana (ASTRA, red), maka saya harus memiliki kebermanfaatan yang besar di perusahaan itu,” jawabnya.

Dan konsekuensinya, Agus menambahkan, ia harus berkompetisi dengan ratusan bahkan ribuan orang. Baginya, persaingan merupakan suatu keniscayaan. Maka agar menang dalam kompetisi tersebut, diperlukan kesadaran untuk peduli dalam mengatasi masalah tanpa menunggu perintah.

Dengan demikian, yang diperlukan adalah bekerja dengan pikran hati yang jernih. ”Semua yang kita lakukan adalah untuk orang-orang yang kita cintai. Sehingga kita akan berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka,” jelasnya. Lantas ia melanjutkan, bahwa hanya berusaha keras rasanya tidak sempurna. Ia mengatakan semua usaha yang keras tadi perlu diimbangi oleh kedekatan dengan Tuhan.

Dua Mimpi

Ditemui secara terpisah, Vicko Gestantyo Anugraha, ketua panitia kegiatan ini, menjelaskan kegiatan diadakan sebagai salah satu langkah Kementrian Kesma BEM ITS untuk mewujudkan dua mimpi mereka. Dua mimpi tersebut adalah agar mahasiswa ITS biasa kuliah di luar negeri dan biasa mendapat kerja sebelum lulus.

”Kami ingin memfasilitasi mahasiswa semester akhir untuk merencanakan karir mereka secara matang,” ungkap mahasiswa Teknik Material dan Metalurgi ITS ini. Hal ini dikarenakan banyak mahasiswa yang bingung kemana langkah yang ditentukan setelah lulus dari Kampus Perjuangan.

Selain materi dari Agus Baskoro, peserta juga mendapatkan psikotest dan arahan untuk membenarkan curiculum vitae. Tidak hanya itu, tips dan trik untuk menghadapi tes wawancara juga disampaikan oleh pihak ASTRA Internasional. (nir/fz)

×