Dukung Pertanian Desa, ITS Hadirkan Irigasi Berkelanjutan Berbasis IoT

Published on
By
Tim EPICS in IEEE 2026 ITS bersama Universitas Telkom Surabaya dan warga Desa Cokrokembang pada kegiatan sosialisasi program solusi air bersih berbasis panel surya untuk mendukung kebutuhan pertanian desa di Pacitan, Senin (30/3)
Tim EPICS in IEEE 2026 ITS bersama Universitas Telkom Surabaya dan warga Desa Cokrokembang pada kegiatan sosialisasi program solusi air bersih berbasis panel surya untuk mendukung kebutuhan pertanian desa di Pacitan, Senin (30/3)

Kampus ITS, ITS News — Keterbatasan akses air bersih di wilayah pedesaan mendorong lahirnya inovasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Bekerja sama dengan Universitas Telkom Surabaya pada program EPICS in IEEE 2026, ITS mengembangkan sistem penyediaan air berbasis panel surya terintegrasi Internet of Things (IoT) guna mendukung kebutuhan irigasi pertanian.

Ketua Tim Peneliti EPICS in IEEE 2026 Dr Feby Artwodini Muqtadiroh SKom MT menjelaskan bahwa keterbatasan sumber air menjadi tantangan utama bagi petani desa Cokrokembang, Pacitan. Kondisi tersebut berdampak pada produktivitas lahan dan keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan air sehari-hari. “Kurangnya akses air bersih menghambat warga dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun irigasi pertanian,” ujarnya.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, Dosen Departemen Sistem Informasi ITS tersebut mengungkapkan dirinya beserta tim mengembangkan sebuah sistem untuk menyediakan air yang mandiri dan berkelanjutan. Untuk itu, energi matahari dimanfaatkan sebagai sumber utama untuk menghasilkan listrik yang berguna untuk menggerakkan pompa air, sehingga air dapat dialirkan dari sumber menuju tangki penyimpanan. 

Instalasi panel surya yang digunakan dalam program EPICS in IEEE 2026 sebagai sumber energi utama sistem penyediaan air bersih untuk mendukung kebutuhan pertanian warga Desa Cokrokembang
Instalasi panel surya yang digunakan dalam program EPICS in IEEE 2026 sebagai sumber energi utama sistem penyediaan air bersih untuk mendukung kebutuhan pertanian warga Desa Cokrokembang

Setelah ditampung pada tangki penyimpanan, imbuh Feby, air tersebut selanjutnya didistribusikan baik ke lahan pertanian maupun kebutuhan rumah tangga. Selain membantu memenuhi kebutuhan air untuk kebutuhan rumah tangga, inovasi ini turut membantu menekan biaya produksi petani karena mengurangi biaya penggunaan bahan bakar. “Sehingga, inovasi ini menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis bagi masyarakat,” tuturnya. 

Pada program yang dilaksanakan 30 Maret lalu tersebut, kegiatan ini juga mengintegrasikan teknologi IoT dalam sistem yang dikembangkan. Feby menuturkan bahwa pengguna turut dapat memantau performa energi sekaligus kualitas air secara real-time. Integrasi dengan IoT ini memudahkan pengguna dalam melakukan proses pengawasan dan pengelolaan sistem. 

Tidak hanya berfokus pada teknologi, lanjut Feby, sistem ini juga mengedepankan aspek pemberdayaan masyarakat. Pasalnya, warga desa turut dilibatkan dalam pelatihan pengoperasian dan perawatan alat agar mampu mengelola sistem secara mandiri. Keterlibatan masyarakat dalam inovasi ini penting sebagai upaya untuk menjaga keberlanjutan penggunaan teknologi secara jangka panjang.

Tim EPICS in IEEE 2026 ITS menjelaskan cara kerja sistem penyediaan air berbasis panel surya terintegrasi Internet of Things (IoT) kepada warga di Desa Cokrokembang, Pacitan
Tim EPICS in IEEE 2026 ITS menjelaskan cara kerja sistem penyediaan air berbasis panel surya terintegrasi Internet of Things (IoT) kepada warga di Desa Cokrokembang, Pacitan

Alumnus Departemen Teknik Informatika ITS tersebut menyebut bahwa inovasi ini dapat menjadi salah satu alternatif yang efektif dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar konvensional. Dirinya pun berharap bahwa inovasi yang ramah lingkungan ini dapat direplikasi di berbagai wilayah lain yang menghadapi permasalahan serupa. . 

Melalui pengembangan sistem penyediaan air berbasis panel surya, ITS menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Inovasi ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-6 tentang Air Bersih dan Sanitasi serta poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau. (*)

 

Reporter: Nadhifa Raghda Syaikha
Redaktur: Mohammad Febryan Khamim

×