Dosen Harus Bisa Terbitkan Buku

Published on
By

Beberapa kompetensi dosen dan guru besar diuji dalam pelatihan ini. Meliputi strategi menulis, dari komponen isi tulisan yang berdasarkan riset hingga proses percetakan. Namun semuanya tidak lepas dari materi utama berupa motivasi. ”Kalau sudah termotivasi, akan lebih semangat menerbitkan buku,” ujar Nurul Widiastuti, Koordinator Penelitian dan Pengembangan P3AI.

Workshop ini juga memfasilitasi pertemuan antara calon penulis dengan penerbit. Calon penulis berkesempatan berkonsultasi mengenai penerbitan buku. Peserta disarankan untuk membawa draft tulisannya apabila telah siap untuk diterbitkan.

Prof Dr Sarwoko Mangkoedihardjo, penulis ilmiah dengan jam terbang tinggi memberi contoh dari pengalamannya menulis. Menurutnya, penulis tidak pernah lepas pula dari masalah etika penulisan. Misalnya, kutipan terjemahan maupun dari tulisan lain, wajib disertai rujukan sumbernya. ”Jika tidak, tindakan itu sama halnya dengan plagiarisme,” ujarnya.

Selain itu, karya tulis seseorang belum dapat dihargai jika tidak banyak yang memanfaatkan. Semakin banyak orang yang merujuk pada sebuah tulisan atau buku, tulisan tersebut dianggap semakin sukses. Sehingga, semakin cepat dan sering publikasi tentunya semakin baik.

Hal-hal teknis seputar penerbitan tidak luput untuk dikupas. Termasuk mengenai desain maupun ukuran spesifikasi buku. Kedua penerbit menyebutkan, bahwa spesifikasi buku dapat disesuaikan dengan keinginan penulis.(fin/lis)

×