Hasil tersebut ditunjukan dengan kegemilangan mobil S) 9 yang mampu melalui lintasan sejauh 400 km/l iter untuk kategori prototype. Mobil jenis urban concept pun tak mau kalah, lintasan sejauh 200 km mampu dilaluinya hanya dengan bahan bakar 1 liter.
Ir Witantyo MEng Sc, dosen pembimbing tim SA, mengatakan, meskipun SA meraih hasil yang memuaskan, raihan mobil tersebut masih di bawah harapan. ”Saat berlomba nanti, mobil SA diharapkan mampu menempuh jarak 500 km/liter untuk kategori prototype dan 250 km/liter untuk kategori urban concept,” ungkap dosen jurusan Teknik Mesin ini.
Lanjutnya, hasil yang maksimal tersebut berkat kerja keras dari tim selama ini. Bahkan mereka melakukan test drive sampai pukul 8 pagi esoknya, Sabtu (2/11). ‘Mobil SA tersebut akan mereka perbaiki lagi sampai memperoleh hasil yang maksimal saat perlombaaan nanti.
”Mobil yang kami tes disini hanya kategori urban dan prototype kelas diesel karena hanya sebagai perwakilan untuk tes uji simulasi dalam keadaan lomba yang sebenarnya, ” ujar M. Fadlil Hanif, Manajer Teknis Tim SA 9. Ia menambahkan, timnya akan berusaha keras meski proses banyak kendala, seperti manufacturing yang bahannya terpisah, spare part susah, dan waktu yang relatif sedikit.
Tahun ini, ITS menerjunkan enam mobil pada berbagai kategori yang dilombakan. Witantyo menargetkan ITS memperoleh gelar lebih banyak lagi dibandingkan tahun lalu. ”Jika tahun lalu kita mampu meraih tiga gelar, tahun ini harus meningkat lagi,” harap Wityanto.
Serupa dengan tahun lalu, mobil irit yang diperlombakan dalam kompetisi ini terbagi menjadi tiga kategori bahan bakar, yaitu bensin, solar, dan listrik. Dari ketiga kategori tersebut masih dibagi lagi menjadi kategori prototype dan urban concept. Sementara IEMC 2013 sendiri akan digelar pada 14 hingga 17 November 2013. (ady/m9/nir)