Dr Ing Herman Sasongko, Pembantu Rektor I ITS, memberikan apresiasi terhadap acara besutan Kementerian Hubungan Luar (Hublu) Badan Eskekutif Mahasiswa (BEM) ITS ini. Menurutnya, acara ini terbilang sebuah fenomena. ”Acara ini tak kalah dengan acara senang-senang, jarang ada, acara pendidikan dengan antusias sebanyak ini,” terang Herman dalam sambutannya.
Hal tersebut menjadi parameter bahwa saat ini mahasiswa dan masyarakat sedang mengalami krisis kebangsaan. Terutama krisis terhadap tokoh dan public figure Indonesia.
Sementara itu, Hanif Azhar, Menteri Hubungan Luar (Hublu) BEM ITS menjelaskan bahwa Pifot ini merupakan rangkaian dari Gerakan Indonesia Bersinar. Dahlan Iskan dinilai sebagai sosok yang inspiratif, berkarakter global dengan berbagai gebrakannya. Sosoknya yang bersahaja juga menjadi pertimbangan lain.
Penyelenggaraan Pifot ini tak lepas dari panitia yang luar biasa. Hanif menceritakan bahwa acara ini terbilang mendadak. Pasalnya, panitia baru menerima kepastian kurang dari dua minggu yang lalu. ”Rencananya, akhir Mei. Hanya saja, Pak Dahlan cuma bisa hari ini,” tutur Hanif.
Berita ini sontak mengagetkan panitia. Kerja cepat pun dilaksanakan. Mulai dari memperbanyak sumber daya manusia (SDM) hingga mencari dana. Tak kekurangan ide, Hanif pun menghubungi Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.
Awalnya, hanya ingin mencari pembicara untuk Pertamina Goes to Campus (rangkaian Indonesia Bersinar, red). Namun, akhirnya mendapatkan suntikan dana dari Pemerintah Provinsi (Pemprov).
Rupanya, peserta Pifot tak hanya mahasiswa ITS saja. Datang juga mahasiswa Universitas Merdeka (Unmer) Madiun, Universitas Airlangga (Unair), Universitas Gadjah Mada (UGM) bahkan dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain itu, tampak pula beberapa masyarakat umum serta pimpinan perusahaan seperti pimpinan JTV. (ran/fz)