CCCL Promosikan Pendidikan Perancis

Published on
By

Kunjungan rutin tiap tahun yang diselenggarakan oleh Culturel et de Cooperation Linguistique (CCCL) Surabaya ini bertujuan untuk mempresentasikan tentang seluk beluk Pendidikan di Perancis, terutama tentang Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di negara yang terkenal sebagai pusat mode dunia itu.”Acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan CCCL selama tiga tahun terakhir dan bertujuan memberikan informasi kepada mahasiswa yang telah lulus S1 tentang dunia pendidikan di Perancis,” ungkap Drs Fuad Cholisi M Sc M Phil selaku Kepala UPT Bahasa ITS.

Banyak mahasiswa yang belum mengetahui bahwa biaya pendidikan kuliah di Perancis adalah nol rupiah alias gratis. Ditambah kualitas perguruan tinggi di negara menara Eiffel ini yang sudah diakui oleh dunia. ”Kuliah di Perancis itu gratis jadi para mahasiswa hanya membutuhkan biaya hidup saja. Selain itu Perancis juga merupakan pusat pendidikan dunia untuk science dan teknologi terutama engineering yang cocok sekali dengan alumni ITS,” tambah Dosen Bahasa Inggris ini.

Acara ini juga bekerjasama dengan Campus France sebuah lembaga di bawah naungan Kedutaan Besar Prancis yang menawarkan beberapa pelayanan informasi tentang sistem Universitas Prancis sampai ke pemilihan perguruan tinggi bagi para calon mahasiswa, yang dalam acara ini diwakili oleh Emilie Cezard. Diharapkan selain mendapat informasi pendidikan di Perancis, para mahasiswa yang tertarik untuk melanjutkan studi bisa langsung berkonsultasi dengan Campus France atau langsung ke kantor Kedutaan Besar Perancis.

“Ada juga informasi beasiswa yang ditawarkan oleh CCCL Surabaya, jadi saya harapkan banyak mahasiswa ITS yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan di Perancis agar nama ITS juga terbawa di luar negeri,” harap pria yang juga aktif di Student Advisory Center (SAC)  tersebut.

Selain informasi tentang pendidikan Perancis, acara yang dihelat di Lantai 2 UPT Bahasa tersebut juga menyinggung kultur mahasiswa Indonesia dan Perancis. ”Mahasiswa di Perancis atau negara Eropa itu sangat aktif dalam segala hal terutama aktif dalam bertanya tetapi mahasiswa Indonesia itu terkenal penurutnya, jarang sekali bertanya apalagi protes. Hal itu juga yang menjadi kelemahan alumni ITS sampai saat ini,” ungkap Fuad.

Pemerintah Perancis sendiri saat ini lebih memprioritaskan mahasiswa dari Asia Tenggara. "Pemerintah Perancis memang lebih memprioritaskan mahasiswa Indonesia agar bisa mempelajari kebudayaan Perancis," tandas Fuad yang juga pernah belajar di Eropa ini.(m3/jie)

×