Bukan Parkiran Biasa

Published on
By

Menurut Taufan Harsilo Ardhinata, salah satu kru programer EMSGS, hal yang paling mencolok dari sistem ini adalah komputerisasi sistem dan proses pengidentifikasiannya. Lahan parkir ini dilengkapi dengan dua komputer yang memanfaatkan software security yang handal dan mempunyai server database yang memadai, Taufan melanjutkan. "Untuk memudahkan operator digunakan komputer untuk mengoperasikan sistem ini," tutur mahasiswa D4 Teknik Informatika ini.

Selanjutnya, software-software tersebut diintegrasikan dengan berbagai hardware seperti barcode reader, smartcard, printer termal, webcam dan kamera CCTV. “Sistem ini lalu membentuk sistem informasi yang memakai koneksi serial,” tutur Taufan yang juga mawapres PENS-ITS 2009 ini. Adapun cara kerja dari sistem ini, menurut Taufan cukup sederhana yakni melalui pencocokan data.

Taufan menjelaskan ketika memasuki tempat parkir, kamera akan mengambil foto pengendara sepeda motor dan menyimpannya dalam database, foto yang diambil mencangkup wajah, baju dan plat nomor sepeda motor, lalu printer termal akan mencetak tiket yang berisi kode atau nomor serial tertentu. "Setelah petugas menekan tombol enter maka barulah pintu masuk parkiran terbuka" tandas Taufan. Begitu pula sebaliknya untuk keluar dari tempat parkir ini,  tapi sebelumnya sistem akan melakukan proses pencocokan data.
   
Seperti yang dijelaskan Aris Pratiarso ST MT untuk meningkatkan keamanan, kedepannya manajemen PENS-ITS akan mempersiapkan smartcard.  ”Kalau smartcard sudah tersedia, maka tidak menutup kemungkinan kita akan menggunakan standar ganda yaitu tiket dan smartcard," ujarnya. Selanjutnya data–data mahasiswa akan dientrykan ke dalam database, sehingga selain untuk tiket parkir, rencananya smartcard ini bisa digunakan untuk pengganti absensi di kelas.

Sistem parkir ini  digagas pertama kali oleh manajemen PENS-ITS yang melibatkan tim dari mahasiswa serta dosen untuk membuat software serta merancang hardware yang digunakan.  Pembuatan sistem yang memiliki tingkat keamanan ekstra ini semakin mendesak, setelah adanya beberapa kejadian curanmor yang meresahkan. "Dikarenakan kebutuhan keamanan yang mendesak tersebut, program ini pun mulai kita realisasikan,"  ungkap Aris Pratiarso ST MT,Pembantu Direktur II PENS-ITS.

Aris menjelaskan, dengan teknologi secanggih ini mahasiswa PENS-ITS dapat menikmati parkiran tersebut dengan gratis. "Bahkan pihak kampus PENS-ITS akan mengembangkan sistem ini pada lahan parkir kendaraan beroda empat," ungkap pria berkacamata ini. Setelah hampir dioperasikan selama satu bulan, sistem parkir baru yang dalam pembuatannya menghabiskan waktu 6 bulan ini mengundang komentar dari berbagai pihak termasuk dari petugas parkir dan mahasiswa PENS-ITS.

Menurut Suwaji petugas parkir PENS-ITS, meskipun menggunakan program yang rumit, namun dalam pengoperasiannya, tidak terdapat kesulitan yang berarti. “Saya lebih seneng dengan keamanannya, dan dalam pengoperasiannya pun lancar. Kita tidak mengalami kesulitan karena alatnya sudah cukup bagus,” terang pria separuh baya ini.

Hal senada juga datang dari mahasiwa PENS-ITS, mereka mengakui merasa aman dan nyaman dengan tempat parkir yang lebih terjamin, salah satunya seperti yang diakui Shannaz. “Sistem parkir ini sangat bagus. Keamanannya terjamin, soalnya wajah orang yang masuk dan yang keluar dari tempat parkir disimpan, jadi bisa dicocokkan,” ungkap mahasiswa D3 Teknik Informatika angkatan 2009 ini. (m5/fn)

×