Jurusan D3 Teknik Mesin yang menjadi saksi ikrar mentor ITS periode 2013/2014. Gelak air mata haru dengan amanah tersebut membasahi raut wajah mentor saat Direktur BPM, Hendro Waluyo membacakan ikrar.
Hendro mengajak mentor ITS untuk meresapi tiap kata yang ia ucapkan. Mentor harus berusaha menjadi teladan dan mengajak mahasiswa baru (maba) 2013 untuk mengikuti norma-norma dalam Islam.
Mentor yang diterima dalam acara tersebut telah diseleksi secara ketat. Hendro mengatakan, dari total 250 mahasiswa yang mendaftar, hanya 210 saja yang dinyatakan lulus screening. Hendro menerangkan seleksi ini sengaja diperketat karena untuk melihat komitmen mahasiswa yang akan menjadi mentor dan mau mencontohkan hal baik ke maba.
Dalam acara tersebut pun turut diperkenalkan koordinator jurusan (KJ) yang nantinya akan mengkoordinasi pelaksanaan mentoring masing-masing jurusan. Tiap satu jurusan terdiri dari satu perwakilan putra dan putri. ”Diharapkan KJ dapat menjalankan kinerjanya dengan baik. Karena tidak mungkin BPM yang akan membina 4.000 mahasiswa muslim ITS tanpa LDJ,” ungkap Hendro.
Tak hanya itu, beberapa motivasi kepada mentor juga turut diberikan oleh Ustad Rio Purboyo dan Prof Dr Ir Abdullah Shahab MSc. ”Mendampingi adik-adik mente jangan selalu dengan diberi materi yang susah. Mentoring bisa dijadikan hal yang menyenangkan seperti makan bareng, sambil diselipkan sedikit materi terkait aturan-aturan dalam Islam,” tutur Rio.
Lain lagi dengan Abdullah Shahab yang menegaskan bahwa mentoring adalah amanah, sehingga harus dijalankan sebaik mungkin. Ia pun menambahkan materi seputar urgensitas ilmu dalam perkembangan Islam. Menurutnya perlu adanya penanaman ilmu baik agama dan dunia agar umat muslim dapat berkiprah diberbagai bidang. ”Materi sangat dibutuhkan untuk mengembangkan Islam. Padukan ilmu agama dan dunia yang baik, seperti mahasiswa harus tetap menjaga ibadahnya,” tutupnya. (sha/fz)