Kerja sama ini diwujudkan dengan penyelenggaraan lokakarya bertemakan Pengembangan Model Coastal Engineering Dalam Rangka Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Laut, Jumat (30/11), di Garden Palace Hotel Surabaya. Kegiatan ini dibuka resmi oleh Ir Sunarto M M mewakili Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP yang berhalangan hadir.
Sunarto dalam sambutannya mengungkapkan bahwa wilayah perairan Indonesia, terutama pulau-pulau di perbatasan memiliki potensi perikanan yang cukup besar. ”Ikan di dunia, 7,32 persen ada di Indonesia, namun sayangnya hanya satu persen yang dapat kita jaring, sisanya ditangkap oleh pelaut asing,” jelas Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Laut BNPP ini. Selain minimnya sarana prasana, teknologi juga dirasa minim menyentuh kawasan perbatasan ini.
ITS sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi serta memiliki Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) dan Pusat Studi Kelautan dirasa mampu untuk mengentaskan permasalahan di bidang teknologi. ”Saya yakin, ITS bisa membuat alat yang mempermudah pengelolaan perikanan di daerah perbatasan,” terang Sunarto.
ITS pun menyambut dengan tangan terbuka. Drs Suharmadi Sanjaya Dipl Sc MPhyl PhD menuturkan siap membantu BNPP dalam pengembangan teknologi kelautan. ”Kebijakan seperti apa yang dipaparkan, kita bantu pelaksanaanya,” ungkap Suharmadi. Dosen Matematika ini menambahkan, ada beberapa jurusan dan pusat studi kelautan yang siap diajak kerja sama.
Kegiatan tersebut rencananya akan digelar hingga Sabtu (1/12). Peserta yang berpartisipasi tidak hanya berasal dari dosen dan mahasiswa ITS saja. ”Kami juga kedatangan tamu dari Merauke, Sangihe, dan beberapa praktisi yang ada di daerah dekat perbatasan Indonesia,” tutur Suharmadi. (ton/izz)