Acara ini digelar sebagai wujud kepedulian alam serta lingkungan bagi para mahasiswa penerima beasiswa. ”Selain menanam tanaman mangrove, kita juga bisa sekaligus memperkuat pantai dan menyaring sampah di Surabaya,” ujar Dika Aristia Prabowo, salah satu panitia acara ini.
Selain penerima beasiswa, acara ini juga diikuti oleh komunitas Pecinta Lingkungan Hidup (PLH) ITS, Pramuka ITS, Wanala Unair (Organisasi Pecinta Alam, red), Pramuka Unair, dan Green Nursing Corps (Pecinta Alam Fakultas Keperawatan Unair, red). Total ada 80 peserta yang mengikuti acara ini.
Menurut rencana awal, kegiatan ini akan diwujudkan dengan menanam seribu pohon. Namun, rencana itu gagal dikarenakan hujan yang mengguyur kota Surabaya sejak pagi, sehingga wilayah hutan mangrove dipenuhi genangan air yang tinggi. ”Airnya penuh hingga setinggi lutut karena pasang dari air hujan yang mengalir lewat Sungai,” ungkap Mahasiswa Teknik Sipil ini.
Hingga menjelang siang hari, air tidak kunjung surut. Sehingga diputuskan untuk menanam pohon di lahan yang lumpurnya tidak terlampau dalam. ”Ini hanya dilakukan penanaman secara simbolis,” imbuh mahasiswa angkatan 2008 ini.
Sedangkan, sisa bibit yang berjumlah ratusan lainnya akan diberikan kepada penjaga pantai yang juga merupakan petani yang tinggal di sekitar hutan mangrove. ”Untuk penjagaan tanaman yang sudah kita tanam, kita bebas mengontrol tanaman yang sudah kita tanam ke sini, kapan saja,” ujar pria yang akrab disapa Dika.
Ditemui terpisah, Wahid Hasan, salah satu peserta, mengaku sangat tertarik dengan kegiatan ini. Selain karena pesan nilai lingkungan yang diusung, kawasan yang dijadikan sasaran sangat menarik. ”Tempatnya sangat asri, tadi juga ada gazebo menuju kawasan dari sungai sampai ke wilayah lautnya. Sangat menarik sekali,” kata mahasiswa Teknik Kimia ini.
Ke depannya, bertempat di Malang, pihak Pertamina Foundation akan menggelar gathering dengan penerima beasiswa se-Indonesia. Acara ini bertajuk Agro Forest Tree yang dikemas dalam bentuk pengabdian lingkungan khusus untuk menguatkan lahan sungai dari proses abrasi. (ais/fz)