Beradu Kreativitas di Pimnas XXVI

Published on
By

”Bisa dikatakan kegiatan ini merupakan ajang siapa yang lebih kreatif,” ujar Endarko PhD, dosen Jurusan Fisika ITS. Ia mengatakan boleh jadi Pimnas merupakan salah satu alat yang efektif untuk melihat sejauh mana kreativitas mahasiswa muncul dan berkembang. Menurutnya keberhasilan para peraih medali adalah mereka yang mampu tampil paling kreatif dari berbagai aspek.

Aspek-aspek tersebut bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti pembuatan judul, laporan, dan tools untuk menunjukkan hasil program kreativitas yang akan diusung. Aspek lain yang bisa ditilik pun diantaranya adalah teknik presentasi, penampilan teknis di panggung kompetisi, dan improvisasi selama pemaparan program kepada tim juri.

”Kalau dari aspek tambahan tadi saya rasa 90 persen kontingen ITS telah menguasainya,” ungkapnya. Ia menyebutkan hanya perilaku over confidence yang perlu di waspadai oleh para punggawa Pimnas ITS selama periode presentasi berlangsung. Endar menekankan seringkali perilaku tersebut menyebabkan para peserta melupakan substansi-substansi yang ingin disampaikan.

Walau begitu, ia meyakini bila setiap kampus yang mengincar posisi puncak pada gelaran tahunan ini memiliki kans yang seimbang. ”Kantong-kantong medali mana yang akan diraih sudah dipetakan berdasarkan data historis setiap kampus,” jelas pria yang baru menyelesaikan program doktornya ini.

Ia mencontohkan seperti ITS yang umumnya menargetkan bidang PKMM, PKMT, PKMK, dan PKMKC sebagai lumbung medali utama. Pun demikian, hasil berbeda pun masih mungkin terjadi dalam setiap gelaran, tak terkecuali pada kegiatan seperti Pimnas ini. ”Kita lihat saja apa yang terjadi tiga hari ke depan,” tutupnya. (man/izz)

×