BEM Suramadu Refleksikan Hari Pahlawan

Published on
By

Mulai pukul 10.30, ratusan mahasiswa yang menamakan dirinya BEM Suramadu ini melakukan pawai besar-besaran ke Tugu pahlawan dengan iringan polisi keamanan. Makna dari BEM Suramadu sendiri merupakan aliansi BEM-BEM di perguruan tinggi seluruh Surabaya dan Madura. Kontan aksi simpatik ini membius pandangan pengguna jalan sekitar Tugu Pahlawan.

“Aksi simpatik ini kami jadikan sebagai momen untuk memperingati 10 November sebagai hari pahlawan. Arek-arek Suroboyo harus selalu mengenang jasa-jasa pejuang hari besar itu, serta merefleksikannya dalam semangat kehidupan dan idealismenya,” ungkap Muhammmad Ersyad, Presiden BEM ITS, ketika ditemui beberapa saat setelah aksi tersebut.

Ersyad, sapaan akrab mahasiswa Teknik Mesin ITS ini menambahkan, selain sebagai bentuk refleksi semangat pemuda di Hari Pahlawan, aksi tersebut juga sebagai ajang gelar tuntutan terhadap pemerintahan SBY-Budiyono yang baru seumur jagung itu. “Kami, mahasiswa BEM Seluruh Indonesia (SI), khususnya BEM Suramadu menyatakan sikap untuk mendeklarasikan diri kami sebagai oponen permanen pemerintah SBY-Budiyono,” tukasnya penuh semangat.

“Yang dimaksud sebagai oponen permanen di sini bukannya penentang semua kebijakan pemerintah, tapi lebih menitikberatkan sebagai kotrol publik terhadap kebijakan pemerintah, sehingga kebijakan-kebijakan itu tetap berada dalam relnya,” jelas mahasiswa tahun keempat ini.

Menurut Ersyad, deklarasi BEM SI sebagai oponen permanen pemerintah ini sudah digembor-gemborkan beberapa waktu yang lalu. Setelah pelantikan presiden Indonesia yang dilaksanakan pada 20 Oktober 2009 lalu, BEM SI sempat melakukan aksi di depan Istana Merdeka. Setelah itu, mereka melakukan Musyawarah Nasional untuk merumuskan deklarasi tersebut di Solo, 27-30 Oktober 2009.

“Kami  menuntut beberapa hal dalam 100 hari pertama pemerintahan SBY-Budiyono. Kalau dalam jangka waktu yang relatif lama tersebut tidak dapat memenuhi tuntutan kami, maka kredibilitas pemerintah saat ini akan kami pertanyakan,” tegasnya. Hal-hal tersebut diantaranya adalah tuntutan penyelesaian kasus kriminalisasi KPK dan pengusutan konspirasi Bank Century.

“Kasus Bank Century ini harus segera diusut sampai tuntas sebelum mulai nge-blur sebagaimana skandal BLBI yang sampai sekarang masih belum jelas. Padahal, kasus yang melibatkan milyaran rupiah itu akan lebih bermanfaat kalo uangnya digunakan untuk mensejahterahkan rakyat,” celetuknya mantap.

Ersyad sangat berharap banyak dengan brondongan aksi yang digencarkan BEM SI akhir-akhir ini. “Harapan kami, semoga aksi simpatik kami ini mampu menjadi inisiator elemen-elemen lain. Baik itu elemen yang mempunyai otoriter sekelas DPR, maupun yang tidak punya otoriter seperti serikat buruh, tani, dll. Kami ingin membuka mata hati semua elemen kalau pemerintahan kita masih banyak yang perlu dibenahi bersama,” pungkasnya. (niv/mtb)

×