BEM ITS, Rapatkan Barisan Menuju Mubes IV

Published on
By

Penanggung Jawab Mubes IV dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri BEM-ITS), Mashuri, menjelaskan bahwa persiapan Mubes IV sudah dilakukan sejak beberapa bulan yang lalu. "Pendaftaran Organizing Comittee (OC) pun sudah dibuka sejak bulan Desember," jelas Mahasiswa Jurusan Fisika ini.

Selain pendaftaran panitia, BEM-ITS juga telah merancang opsi tempat diselenggarakannya Mubes IV. "Mubes III lalu diselenggarakan di Prigen, tahun ini kami mempunyai beberapa opsi yang masih kami sesuaikan dengan anggaran dana," terangnya.

Di samping mempersiapkan teknis pelaksanaan Mubes, BEM ITS juga menyusun daftar peserta yang akan mengikuti Mubes IV nantinya dengan melakukan pencerdasan ke berbagai jurusan di ITS. "BEM ITS akan menyelenggarakan forum di tiap-tiap jurusan, jangan sampai isu dan wacana Mubes ini tidak didengar oleh seluruh KM ITS." paparnya.

Mahasiswa Angkatan 2009 ini juga menjelaskan perlunya dilakukan pencerdasan agar beberapa rekomendasi mubes IV dapat tercetus oleh seluruh elemen KM ITS. "Ada beberapa revisi yang perlu dilakukan terhadap Mubes III yang dipandang sudah tidak relevan untuk kondisi saat ini."

Mubes IV nantinya akan diikuti oleh LM ITS, Presiden BEM ITS. Kemudian juga beberapa perwakilan elemen-elemen Keluarga Mahasiswa ITS. Di antaranya, masing-masing dua orang perwakilan HMJ, satu orang perwakilan LMB, satu orang perwakilan esekutif Daerah Otonomi Politeknik (DOP), menteri-menteri BEM ITS, dua orang perwakilan Lembaga Mahasiswa Fakultas (LMF), satu orang perwakilan UKM, satu orang perwakilan HMJ dibawah DOP, serta tim Ad Hoc Mubes IV.

Dalam pencerdasan Mubes IV ini, Kemendagri mempunyai standar sendiri yaitu pengetahuan mengenai perlunya penguatan dan perluasan peran MKM sebagai lembaga penyidik, pemahaman kembali mengenai definisi ormawa dan posisi LMB, presidium DOP yang juga diisi oleh pimpinan jurusan (Kahima) DOP, dan landasan utama pelaksanaan fungsi organisasi di KM ITS.

"Kami berharap pihak eksekutif mampu merumuskan, mau dibawa kemana arahan Mubes ini, tim Ad Hoc bersifat sebagai pelayan penyusun dan membantu dari yang diharapkan pimpinan lembaga, sehingga ke depan perlu suatu forum penyamaan persepsi antara lembaga dengan Ad Hoc," tutur pria asal Madiun ini.

Mashuri juga menjelaskan bahwa Mubes ini diharapkan juga sebagai model sinkronisasi antara tujuan mahasiswa, rektorat dan bangsa Indonesia sehingga isinya harus melingkupi seluruh kebutuhan tersebut.(kl/bah)

 

×