”Saya ingin mengenal dunia jurnalistik lebih dalam,” ungkap Anisa BC ketika ditanya motivasi menjadi peserta seminar. Benar saja, dengan tema Explore Yourself With Journalistics, seminar ini berhasil menyihir sekitar 87 orang hingga terdaftar sebagai peserta. Tidak sekedar tema, seminar ini pun mengundang pemateri profesional dari dunia jurnalistik. Salah satunya adalah Iwan Setiawan, penulis buku best seller, 9 Summers 10 Autumns.
Hal unik terjadi sebelum Iwan memulai materinya. Ia mengajak seluruh peserta untuk merasakan nikmatnya bernafas beberapa detik. Suasana hening terasa ketika peserta antusias mengikuti perintah Iwan untuk menarik nafas, dan kemudian mengeluarkannya perlahan. Ritual ia lakukan untuk menyampaikan bahwa menulis sama seperti bernafas. Karena menurutnya, bernafas adalah kemampuan kecil yang terkadang diabaikan.
Lelaki lulusan terbaik Jurusan Statistika Institut Pertanian Bogor (IPB) itu menerangkan bahwa potensi menulis ada dalam diri siapa saja. Yang berbeda hanya soal kemauan dan kerjakeras untuk merealisasikannya.
Sama seperti kalimat yang ia kutip dari penulis favoritnya, Pramoedya Ananta, Iwan mengutip bahwa orang boleh pandai setinggi langit. Namun, jika tidak menulis orang itu akan menghilang dari masyarakat dan sejarah. Dan Iwan berhasil menerapkan hal itu dengan karya terbaiknya.
Dalam materinya, Iwan berusaha mendekatkan peserta dengan nafas seorang penulis. Ia menegaskan, kunci terbesar seorang penulis adalah membaca. ”Jadilah mahasiswa yang lapar akan informasi. Buku apapun itu, hajar!” tambah lelaki yang lama tinggal di New York ini.
Iwan lalu bercerita tentang proses penulisan buku bestseller miliknya, 9 Summers 10 Autumns. Buku itu berkisah tentang perjalanan hidupnya sebagai anak supir, hingga berhasil seperti saat ini. Iwan menuturkan, ia menulis buku itu tak lebih karena panggilan hati. ”Ketika hati berbisik, tidak akan ada yang mampu menghalangi,” ungkapnya tulus.
Selain Iwan, seminar tersebut juga dimeriahkan oleh penyiar radio Hard Rock FM Surabaya, Angga Prameswara. Lelaki bertubuh gempal ini menyampaikan materi mengenai public speaking serta kiat jitu bebicara dengan orang lain. Tidak banyak yang ia sampaikan, namun dengan gurauan khasnya mampu menyulap ruang seminar menjadi riuh oleh tawa peserta. (lik/fz)