Belajar Di Luar Negeri Tidak Lagi Sulit

Published on
By

Muh Wahyu Islami Pratama M ST, Staf HI ITS menjelaskan bahwa kesempatan belajar ke luar negeri, terbuka lebar bagi mahasiswa ITS. Ada tiga program yang ditawarkan, yaitu pertukaran pelajar, program belajar singkat, dan magang.

Pertukaran pelajar, terangnya, akan berlangsung selama enam bulan, untuk program belajar singkat berlangsung tiga sampai empat minggu. Sedangkan, program magang akan berlangsung satu hingga dua bulan.

Wahyu mengaku, penjelasan ini diberikan agar memudahkan mahasiswa ITS untuk mendaftar dan tetap semangat untuk bisa belajar di luar negeri. "Belajar ke luar negeri itu mudah sebetulnya, hanya saja perlu kemauan dan tekad yang kuat," ujarnya senyum.

Menurut Wahyu, mempersiapkan persyaratan dari jauh hari adalah kunci agar mudah belajar di luar negeri. Seperti halnya, formulir pendaftaran, riwayat hidup, surat motivasi, surat keterangan mahasiswa aktif, rencana belajar dan transkip nilai berbahasa Inggris.

Selain itu, surat rekomendasi, sertifikat kesehatan, foto, paspor, sertifikat TOEFL, visa, perjanjian pembelajaran, surat pernyataan, dokumen tambahan agar dipersiapkan jauh hari sebelum melakukan pendaftaran.

Beberapa dokumen, imbuh Wahyu, bisa didapat melalui Direktorat Akademik ITS yaitu surat keterangan mahasiswa aktif dan transkip nilai berbahasa Inggris. Wahyu juga menekankan pentingnya surat motivasi, surat rekomendasi dan sertifikat TOEFL.

"Buatlah surat motivasi semenarik mungkin, dan minta surat rekomendasi kepada dosen yang berperan penting atau memiliki jabatan tinggi. Dan yang tidak kalah penting, skor TOEFL minimal 500 agar aman," tuturnya lembut.

Wahyu berpesan agar mahasiswa selalu rutin mengecek website HI ITS. Informasi mengenai program keluar negeri akan selalu diberitahukan di website. (mir/van)

×