Sehabis shalat Ashar, para jamaah tidak langsung unjuk diri seperti hari-hari biasanya. Mereka tampak duduk berkerumun di tengah ruang utama masjid Manarul Ilmi ITS, sambil menunggu pembicara datang. Sekitar 80 orang tampak serius menyimak apa yang disajikan oleh pembicara diselingi bisik-bisik diskusi tentang materi.
Forum kali ini mendapuk dua pembicara tersohor. Mereka tak lain adalah Agus Purwanto DSc, penulis Buku Ayat-Ayat Semesta, dan Dr Syahid MA, dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya.
Pada kesempatan pertama, Agus mengulas asal mula penulisan buku yang telah dibedah sebanyak 93 kali tersebut. Dosen Fisika FMIPA ITS tersebut mengaku alasannya menulis Ayat-Ayat Semesta berangkat dari keprihatinan kondisi saat ini. Ia prihatin terhadap kaum muslim yang seharusnya lebih banyak memberi dan berkontribusi, justru lebih banyak menengadah.
Agus pun beranggapan bahwa Indonesia akan menjadi negara yang besar jika ilmu eksakta atau sainsnya memiliki dasar yang kuat. Oleh karena itulah, ia ingin agar umat Islam saat ini mampu mempelajari sains. ”Inspirasi sains dapat ditemukan di Al Quran,” tutur Agus bersemangat.
Ia menambahkan, Al Quran memang tidak menerangkan secara detail ayat-ayat kauniyah (tanda-tanda alam semesta, red). Tetapi ia telah mengandung firman Allah yang sebagian dari ayat-ayat-Nya dapat diteliti lebih lanjut. Lantas ia mencontohkan hipotesis bahwa semut dipimpin oleh ratu, lebah yang mengeluarkan madu, dan jahe yang merupakan tanaman di surga. Peserta dibuat berfikir dengannya.
Lebih lanjut, Kepala Laboratorium Fisika Teori dan Filsafat Alam (Laftifa) ITS ini menceritakan kisah pertemuan Nabi Sulaiman dengan Ratu Bilqis. ”Pemuda yang dikatakan mampu memindahkan barang sebelum mata berkedip, bisa terjadi dengan teleportasi kuantum. Atau kita kenal dengan transformer,” ungkap Agus.
Sementara itu, Syahid sebagai pembicara kedua menyebutkan bahwa ada banyak hal yang perlu diteliti lebih lanjut dari firman Tuhan. Menurut Syahid dengan menggali firman Tuhan, maka akan mendatangkan kemanfaatan yang besar bagi umat manusia.
Ditemui secara terpisah, Chaironi Latif menerangkan, acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kabar Festival Muslim JMMI 2012. ”Ini sebagai tindak lanjut dari hasil Muktamar Dakwah Kampus tahun lalu,” jelasnya. (nir/fz)