Bangkitkan Semangat Lewat Jangkar dan Layar

Published on
By

Kegiatan itu adalah serangkaian acara konferensi mahasiswa perguruan tinggi se-Indonesia tingkat D3 dan S1 atau sederajat yang menjadi bagian dari IMC. "Maritime Conference (MC) semula adalah acara dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Maritime Challenge," tutur Dhamar Mawardhi, Ketua RE.

Lebih lanjut, Dhamar menjelaskan RE yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS bekerjasama dengan UKM Maritime Challenge karena pada dasarnya kedua acara tersebut relatif mengangkat isu yang sama. "Diadakannya RE ini juga sebagai wadah karya riset mahasiswa se-Indonesia agar terpublikasikan sehingga bermanfaat pula bagi masyarakat," jelas mahasiswa Jurusan Desain Produk Industri ITS tersebut.

Dikatakannya, acara itu memiliki enam sub acara yakni Talkshow, Presentation Class, Group Discussion, Deklarasi Bawean, Exhibition, dan Tour de Bawean. Talkshow yang digelar dengan tema Semangat Pemuda Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia dengan 4 Agenda Pembangunan Maritim tersebut sedikitnya mengundang tiga pembicara ahli di bidangnya.

Ketiganya adalah Susi Pudjiastuti, Mayjen TNI (Mar) Guntur IC Lelono SE, dan Prof Ir Mukhtasor M Eng Phd. Masing-masing saat ini berstatus sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Gubernur Akademi Angkatan Laut, dan Guru Besar Teknik Kelautan ITS.

Sedangkan menyoal IMC, Tomy Dwi Reynaldi menjelaskan adanya program ini tak terlepas dari peran Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) provinsi Jawa Timur. "Program tersebut bertujuan untuk menjadikan Pulau Bawean sebagai ikon wisata Jawa Timur," ungkap Tomy. Dengan adanya IMC, lanjutnya, maka akan turut mengeksplorasi keindahan alam Pulau Bawean dan menggelorakan kembali semangat mahasiswa se-Indonesia.

Seperti diketahui, IMC 2015 merupakan kontes kepelautan dan keterampilan mengoperasikan perahu yang selanjutnya disebut Seamanship Contest. "Seamanship contest cukup awam di kalangan mahasiswa, jadi sebelumnya didahului dengan workshop dan training camp pada bulan November silam," jelas Tomy.

Tomy pun berharap dengan adanya IMC dapat memacu kampus lain untuk memiliki UKM Maritime Challenge sendiri. "Karena tahun ini perahu yang digunakan masih milik ITS, semoga selanjutnya kampus lain juga punya," harap Tomy.

Mengenai ikon jangkar dan layar yang terpasang, Nico, Staff Hubungan Masyarakat menjelaskan layar yang mengembang memiliki arti keinginan mengembalikan kejayaan Indonesia. Bahkan, ia mengatakan tujuan yang lebih mulia adalah dapat mengajak segenap pemuda pemudi untuk berkontribusi langsung mencintai bahari Indonesia, khusunya Pulau Bawean.

Menurutnya, jangkar memiliki filosofi tekad yang kuat dan tak mudah tergoyahkan, bangga dan memiliki semangat yang lebih untuk Indonesia. "Seperti jangkar kapal yang berlaku sebagai pemberat agar tak mudah terombang-ambing oleh gelombang laut," jelas Nico. (dza/man)

×