Hari Terakhir, 14 Tim Mangkir Monev

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) telah memasuki pelaksanaan hari terakhir, Jumat (19/7). Aktivitas ini merupakan puncak penilaian dari proses pelaksanaan PKM selama lima bulan. Dari total 548 PKM ITS yang didanai Dikti, 14 diantaranya tidak menghadiri Monev tanpa konfirmasi.
Pakar ITS Tanggapi Pembangunan Megaproyek JSS

Pembangunan megaproyek Jembatan Selat Sunda (JSS) dinilai kurang efektif dalam menyelesaikan masalah. Pasalnya, dampak dari pembangunan tersebut dinilai akan lebih banyak menimbulkan problematika dibandingkan dengan penyelesaian masalah kedua pulau yang dihubungkan. Untuk itu, sejumlah pakar ITS melakukan pengkajian dengan mempertimbangkan beberapa aspek.
Mahasiswa ITS Ciptakan Baterai Hemat Energi

Saat ini kebutuhan gadget berteknologi canggih di dunia sangatlah tinggi. Akan tetapi, pesatnya pertumbuhan gadget tersebut tidak diimbangi dengan daya tahan baterai. Hal tersebut diakibatkan oleh keterbatasan daya tahan baterai Lithium. Fenomena inilah yang menginspirasi Ahmad Fauzan ‘Adzimaa dan timnya untuk menciptakan bahan dasar baterai hemat energi.
Tegang, Sistem Baru Orientasi Akhirnya Disepakati

Sistem pengenalan kampus kepada mahasiswa baru sering menjadi polemik di setiap awal tahun ajaran. Untuk itu, seluruh Ketua Jurusan (Kajur) menyepakati adanya sistem baru. Hasil tersebut disosialisasikan kepada setiap ketua organisasi mahasiswa (ormawa), Selasa (16/7). Meski sempat tegang, sistem baru tersebut akhirnya diterima.
Sapu Angin Gondol Kategori Off-Track Award

Pembatalan kompetisi Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2013 praktis membuat harapan tim Sapu Angin (SA) kandas. Impian untuk memecahkan rekor mobil hemat bahan bakar tahun ini pun terpaksa ditangguhkan. Meski begitu, mereka tak lantas kehilangan semangat berkompetisi. Melalui salah satu kategori off-track award, ITS berhasil meraih juara. Di samping itu, tim SA juga tengah bersiap menghadapi kompetisi bergengsi mobil jenis formula, September mendatang.
ITS: Jembatan Selat Sunda Untungkan Pemilik Tanah

Guru Besar Riset Operasi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Daniel M. Rosyid, mengkritik pemerintah yang berencana membangun Jembatan Selat Sunda. Menurutnya, jembatan tersebut hanya menguntungkan pemilik lahan tanpa memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Sumatera dan Jawa secara keseluruhan.
Pakar ITS: Jembatan Selat Sunda Hanya Memperlebar Kesenjangan Jawa Sumatera

Surabaya (17/7/2013), Bantenesia – Para pakar dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menilai pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) kelak akan menimbulkan kesenjangan antara Banten dan Lampung. Hal tersebut ditegaskan Prof Daniel Mohammad Rosyid PhD, Guru Besar Riset ITS, yang menguraikan pembangunan jembatan belum tentu mendorong pertumbuhan ekonomi di dua kawasan tersebut.
Pakar: Jembatan Selat Sunda Lebih Banyak Merugikan
Surabaya (AntaraJatim) – Dua pakar ITS Surabaya Prof Dr Daniel M Rosyid dan Dr Amien Widodo menilai megaproyek Jembatan Selat Sunda (JSS) lebih banyak merugikan kepentingan Indonesia.
Jembatan Selat Sunda Bisa Perparah Kesenjangan Banten-Lampung

SURABAYA–Sejumlah pakar Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menilai pembangunan jembatan Selat Sunda akan meningkatan kesenjangan antara Banten dan Lampung.