Menginspirasi dengan Jika Aku Menjadi Ala IFI

Terinspirasi oleh sebuah acara di suatu stasiun televisi, ITS Mengajar For Indonesia (IFI) melaksanakan agenda Jika Aku Menjadi di Desa Sumberejo, Probolinggo Jawa Timur. Selama dua hari sejak Minggu (14/6) para pengajar tangguh dan sahabat ITS Education Care Center (IECC) melakukan pengabdian langsung pada masyarakat desa tersebut.
Turbin Helical, Efisienkan PLTA Indonesia

Penelitian mengenai sumber energi yang dapat diperbaharui kini makin gencar dicari. Sebagai negara maritim, tak heran apabila Indonesia mulai mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Tak mau ketinggalan, lima mahasiswa Jurusan Teknik Fisika yang mengembangkan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). PKM ini berupa metode utuk mengefesienkan kerja turbin helical PLTA Indonesia.
Gowes Bareng, Ajak Masyarakat Sambut Ramadan

Bulan Ramadan tinggal hitungan hari. Beragam kegiatan telah dipersiapkan oleh panitia Ramadhan di Kampus 1436 H (RDK 36) ITS. Jika dua acara sebelumnya sukses digelar untuk mengingatkan sivitas kampus, kali ini mereka melakukan gowes bareng dan pawai di sekitar ITS untuk mengingatkan masyarakat akan kedatangan bulan suci umat muslim ini, (15/6).
DARWAN, Permainan Edukasi Berbasis Kemaritiman

Tiyang Alit Bawakan Pesan Melalui Pentas

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tiyang Alit ITS menggelar pentas tahunan yang digelar setiap tahun satu kali. Pentas tahunan kali ini mengangkat tema Gelora Karya Generasi Muda. Dihadiri beberapa kalangan menjadikan animo penonton terasa semakin meriah, Balai Nadhlatul Ulama (NU), Senin (15/6).
VI-Rose Belum Beruntung Di KRSI 2015

Pada perolehan sementara klasemen dua putaran, VI-Rose berhasil menduduki peringkat kedua. Namun siapa siapa sangka, kontingan ITS di Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSI) ini peringkatnya merosot tajam ke terbaik nomor tujuh, Minggu (14/6). Hal ini terjadi lantaran saat putaran ketiga VI-Rose tidak tampil sebagus putaran sebelumnya.
Gagal KRAI 2015, RINY Dianugerahi Penghargaan

Lagi, dewi keberuntungan tidak berpihak pada tim robot ITS. Pasalnya, setelah berhasil memenangkan keseluruhan pertandingan putaran, RINY dinyatakan gagal masuk perempat final. Meskipun gagal, tim juri akhirnya menganugerahkan penghargaan Best Design and Engineering kepada RINY, Minggu (14/6).
Tumbang, Ichiro Raih Juara Dua KRSBI 2015

Berhasilnya Ichiro memasuki final tidak lantas mempermudah langkahnya menjadi juara pada Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) 2015. Sebab, tim yang menjadi lawan main adalah EROS dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Tak ayal, Ichiro hanya mampu meraih juara dua setelah dikalahkan oleh musuh bebuyutannya tersebut, Minggu (14/6).
Cetak Gol Di Perpanjangan Waktu, Ichiro Tembus Final

Suasana Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) tidak lagi sekaku sebelumnya. Pasalnya, Ichiro kini lebih gesit dalam mengejar bola, begitupun dengan tim lawan. Penonton yang berada di tribun sontak geram akan permainan kedua tim yang tidak kunjung mencetak gol. Beruntung, di sesi waktu tambahan, Ichiro berhasil membungkam lawan dengan skor 1-0, Minggu (14/6).