Widya Wahana Alami Putus Jari Roda

Di hari pertama perlombaan, Minggu (18/10), mobil Widya Wahana V yang diturunkan untuk kompetisi World Solar Car (WSC) 2015 mengalami kendala. Setelah lolos kualifikasi, roda mobil hemat energi itu mengalami putus pada jari-jari ban depannya tepat setelah melewati tanjakan maut di Hayes Creek, Australia.
Terancam Gagal, Widya Wahana Naik Maskapai Luar

Mobil kebanggaan ITS dalam ajang World Solar Challenge (WSC), Widya Wahana V sempat terancam gagal berangkat. Pasalnya, salah satu perusahaan kargo merah putih membatalkan diri untuk mendukung mobil surya tersebut. Beruntungnya, maskapai negeri jiran, Malaysia Airlines menjadi solusi keberangkatan mobil hemat energi itu ke benua Kanguru.
Tembus 100 Kpj Untuk Sampai Adelaide

Permasalahan roda dan sel baterai rupanya tak menyurutkan semangat tim ITS untuk menuntaskan kompetisi World Solar Challenge (WSC) 2015. Di penentuan terakhir, mau tidak mau tim harus sampai tepat waktu sebelum pukul 11.00 Waktu Australia, Sabtu (24/10).
Widya Wahana Mampu Atasi Kendala Velg

Setelah mengalami kendala pada roda dan sel baterai kemarin, (18/10). Widya Wahana V (WWV) tetap melanjutkan perjalanan dari pemberhentian di Katherine menuju Dunmurra, Australia. Untungnya, WWV mendapat pinjaman dua buah velg dari negeri jiran, Malaysia, (19/10).
Terancam Gagal, Widya Wahana Naik Maskapai Luar
Mobil kebanggaan ITS dalam ajang World Solar Challenge (WSC), Widya Wahana V (WWV) sempat terancam gagal berangkat. Pasalnya, salah satu perusahaan kargo merah putih membatalkan diri untuk mendukung WWV. Beruntungnya, maskapai negeri jiran, Malaysia Airlines menjadi solusi keberangkatan WWV ke benua kangguru.
Widya Wahana Start di Urutan 29

Setelah menjalani proses pemeriksaan teknis dengan detail dan dinyatakan layak mengikuti lomba, Widya Wahana V memasuki tahap kualifikasi, Sabtu (17/10). Tahap kualifikasi ini menjadi tolak ukur untuk mengambil posisi tempat pada perlombaan World Solar Challange (WSC) 2015 yang akan diadakan keesokan harinya, Minggu (18/10).
Lewat Bekam, JMMI Kenalkan Kesehatan Ala Nabi

Dalam rangka meningkatkan pelayanan untuk masyarakat kampus dan sekitar, Jamaah Masjid Manarul Ilmi (JMMI) ITS menggelar kegiatan terapi bekam gratis untuk jamaah, Jumat (30/10). Bekerjasama dengan Takmir Masjid Manarul Ilmi, kegiatan ini juga sekaligus menjadi sarana pengenalan Thibbun Nabawi, atau yang dikenal sebagai pengobatan kesehatan ala Nabi Muhammad SAW.
Rencana Strategis Penggedor Internasionalisasi Ormawa

Setelah sukses mengikuti program besutan International Office (IO) ITS, yakni Magang Organisasi Mahasiswa (Ormawa), akhirnya Tim Magang Ormawa menyajikan lima langkah strategis hasil dari pembelajaran di Universitas Negeri Malaysia. Kelima rencana tersebut dipaparkan sebelum pelantikan serah terima jabatan (sertijab) presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS periode 2015/2016, Jumat (31/10).
Mereka Yang Berjaya Di Negeri Seberang

Seringkali, institusi pendidikan luar negeri dikesankan lebih baik dibandingkan dengan yang ada di negeri sendiri dimana hal ini berbuntut pada derasnya arus ‘migrasi’ pelajar saat menjalani studi lanjutnya. Namun, tahukah anda bahwasanya tidak sedikit diaspora yang disegani lantaran turut andil dalam pengembangan keilmuan di negeri seberang? Seperti halnya yang dilakukan Prof Ir Renanto Handogo MSc PhD, Dosen Jurusan Teknik Kimia (Tekkim) ITS ini kerap menjadi pembicara di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) setiap melakukan kunjungannya ke Taiwan.