Dadang ITS, Author at ITS News - Laman 117 dari 1800

KWU Fair FTI Fasilitasi Mahasiswa Wirausaha

BEM FTI ITS adakan KWU Fair pada Jum’at, (4/11) di Taman Alumni ITS. Event annual ini merupakan wadah bagi mahasiswa wirausaha di Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk mengembangkan usahanya. 

Tidak Ada yang Salah dengan Sistem Pengkaderan di ITS

Sebelum memulai tulisan dengan tema yang sangat pasaran ini, saya ingin bercerita satu hal tentang Adam dan Hawa. Adam adalah anak kecil yang hidup sekitar 20 tahun yang lalu, sedangkan Hawa adalah anak kecil yang hidup dimasa saat ini. Ketika Ibu Adam berkata "Nak, jangan dipegang" maka Adam akan menuruti perintah tersebut tanpa mempertanyakan apapun. Namun, ketika Ibu Hawa berkata "Nak, jangan dipegang" bukannya menuruti perintah ibunya, Hawa kembali bertanya kepada ibunya "Kenapa tidak boleh dipegang?" dan sang ibu menjawab "Ya pokoknya jangan dipegang". Apakah anda tau apa yang terjadi selanjutnya? Hawa lebih memilih untuk memegang benda tersebut. Alasannya? Sederhana, Hawa hanya ingin mengetauhi penjelasan yang tidak ia dapatkan dari ibunya.

Mobil Basudewo ITS Siap Turun Arena

Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2016 yang digelar di Yogyakarta telah memasuki hari ketiga. Pada hari ini, peserta benar-benar siap untuk unjuk keunggulan masing-masing. Setelah melakukan perbaikan pada beberapa komponen mobil, Kamis (3/11), Basudewo Urban Etanol (BUE) milik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) siap menjajaki arena.

UKM Cinta Rebana Luncurkan Album Berbahasa Jawa

Seni tidak dapat dipungkiri menjadi satu dari sekian cara manusia dalam mengekspresikan keindahan. Sebagai bagian dari komunitas yang bergerak di bidang seni di ITS, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Cinta Rebana mempersembahkan album baru untuk Dies Natalis ITS ke-56. Jika karya-karya sebelumnya lebih banyak menggunakan Bahasa Arab, kini komunitas ini menghadirkan lagu-lagu berbahasa Jawa.

Limbah Elektronik Bisa Hasilkan Material Penting

Limbah yang dihasilkan dari produk-produk elektronik selama ini dikenal sangat berbahaya karena mengandung logam berat. Namun ternyata, limbah elektronik juga bisa didaur ulang menghasilkan material penting yang bermanfaat untuk bahan baku teknologi. Itu lah yang disampaikan Prof Jhy-Chern Liu dalam International Guest Lecture di Jurusan Teknik Lingkungan ITS, Kamis (3/11).

Begini Cara Profesor NTUST Atasi Limbah Elektronik

Tingginya konsumsi barang elektronik di era global menyebabkan laju timbunan sampah logam pun semakin meningkat. Hal ini dibuktikan dengan besarnya jumlah sampah elektronik hingga mencapai 41.8 juta matricton yang diprediksi akan mencapai 50 juta pada tahun 2018. Lalu bagaimana cara mengatasi limbah logam elektronik tersebut?

Seminar Internasional Tekkim ITS Bahas Pembangunan Berkelanjutan

Jurusan Teknik Kimia (Tekkim) ITS menggelar International Seminar on Fundamental and Application of Chemical Engineering (ISFAChE). Seminar yang digelar selama dua hari sejak Selasa (1/11) itu membawa beberapa ide tentang bagaimana mengolah sumber daya alam yang berkelanjutan. Peserta yang hadir pun berasal dari tujuh negara yang berbeda.

Urban Mining: Strategi Uangkan Limbah Elektronik

Jumlah limbah elektronik terus mengalami peningatan. Prof. J. C. Liu, pada kuliah tamu di jurusan Teknik Lingkungan ITS, Kamis(3/11) menjelaskan bahwa limbah elektronik tersebut dapat menjadi lahan bisnis menguntungkan. Caranya adalah melalui metode urban mining yang mengubah sampah logam menjadi material yang bisa kembali diuangkan.

×