Atasi Permasalahan Kualitas Air, ITS Gandeng Perum Jasa Tirta I

Published on
By
Gambar Penandatanganan Nota Kesepahaman antara ITS oleh Rektor ITS Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD (tiga dari kanan) dan Direktur Utama Perum Jasa Tirta I Dr Ir Fahmi Hidayat ST MT (tengah)
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara ITS oleh Rektor ITS Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD (tiga dari kanan) dan Direktur Utama Perum Jasa Tirta I Dr Ir Fahmi Hidayat ST MT (tengah)

Kampus ITS, ITS News — Terus berupaya menjadi kampus berdampak, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjalin kerja sama dengan Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I. Kolaborasi yang menjadi upaya eksklusif dalam mengatasi kompleksitas tantangan pengelolaan sumber daya air ini diresmikan di Gedung Rektorat ITS, Rabu (17/6).

Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD dan Direktur Utama Perum Jasa Tirta I Dr Ir Fahmi Hidayat ST MT. Penandatanganan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara kedua institusi. Melalui sinergi ini, kekuatan riset akademis akan diintegrasikan untuk melahirkan inovasi teknologi pengairan yang berdampak bagi masyarakat.

Gambar Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS, Prof Agus Muhammad Hatta ST MSi PhD saat menyampaikan sambutan dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara ITS dengan Perum Jasa Tirta I
Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS, Prof Agus Muhammad Hatta ST MSi PhD saat menyampaikan sambutan dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara ITS dengan Perum Jasa Tirta I

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS Prof Agus Muhammad Hatta ST MSi PhD mengungkapkan, kemitraan ini menjadi bukti keselarasan visi kedua institusi. Keselarasan tersebut diwujudkan melalui komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan wilayah kerja sungai, khususnya di Jawa Timur. “Kami berada pada frekuensi yang sama dengan Perum Jasa Tirta I dalam memandang pentingnya kelestarian sumber daya air sebagai objek vital kehidupan masyarakat,” ujarnya. 

Sebagai wujud komitmen tersebut, ITS siap mengerahkan keahlian multisektor melalui wadah Science Techno Park (STP) ITS. Dalam kerja sama ini, riset lintas disiplin akan difokuskan pada digitalisasi pemantauan kualitas air, modernisasi struktur bendungan tua, serta pembersihan sampah plastik berukuran makro dan mikro. “Setiap riset di ITS diarahkan untuk menuntaskan persoalan nyata serta menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat,” tegas laki-laki yang akrab disapa Hatta itu.

Guru Besar Departemen Teknik Fisika ITS itu menambahkan, sinergi ini juga diproyeksikan melahirkan proyek energi baru terbarukan yang ramah lingkungan di kawasan perairan waduk. Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung dan optimalisasi teknologi hidrogen hijau menjadi target jangka panjang untuk mendukung transisi energi nasional. Inovasi tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan energi bersih.

Gambar Direktur Utama Perum Jasa Tirta I Dr Ir Fahmi Hidayat ST MT saat memberikan sambutan dalam  acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara ITS dengan Perum Jasa Tirta I
Direktur Utama Perum Jasa Tirta I Dr Ir Fahmi Hidayat ST MT saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara ITS dengan Perum Jasa Tirta I

Mendukung pernyataan Hatta, Fahmi mengungkapkan bahwa seiring dengan berjalannya waktu, permasalahan ekosistem pengairan justru semakin kompleks. Ia menjabarkan bahwa ancaman nyata akibat alih fungsi lahan serta tingginya pencemaran limbah domestik perkotaan memicu penurunan kualitas air secara drastis. “Melihat kualitas ekosistem riset dan inovasi yang dimiliki ITS, kami menilai perlu adanya dukungan keahlian dari para akademisi ITS untuk mengatasi masalah ini,” ungkapnya. 

Melalui kemitraan ini, ITS dan Perum Jasa Tirta I optimistis dapat mendukung terwujudnya kawasan waterfront city yang bersih, asri, dan bernilai pariwisata. Tentunya, upaya pemulihan ekosistem sungai urban tersebut memerlukan tindakan nyata yang terintegrasi antarpemangku kepentingan. Kerja sama ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-6 tentang air bersih dan sanitasi layak serta tujuan ke-17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan. (*)

 

Reporter: Syifa Rahmadina

×