Atasi Panas Ekstrim, Aplikasi Karya Mahasiswa ITS Raih Penghargaan di YDCT - ITS News

Atasi Panas Ekstrim, Aplikasi Karya Mahasiswa ITS Raih Penghargaan di YDCT

Published on
By
Tim EcoLens saat bersaing di ajang Youth Development for Climate Tech (YDCT) 2026

Kampus ITS, ITS News — Kolaborasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Sustainable Living Lab Indonesia (SL2) dan Meta terus mendorong lahirnya talenta muda yang mampu menghadirkan solusi teknologi untuk menjawab tantangan perubahan iklim. Salah satunya melalui program Youth Development for Climate Tech (YDCT) yang telah terselenggara tahun lalu.

Program tersebut menjadi ruang pengembangan kapasitas bagi generasi muda melalui rangkaian pelatihan, pertukaran virtual, pendampingan, hingga pengembangan prototipe inovasi. Sebanyak 34 mahasiswa ITS dari lima departemen berpartisipasi dalam program ini, yakni Departemen Teknik Geomatika, Teknik Elektro, Teknik Elektro Otomasi, Teknik Fisika, dan Statistika Bisnis.

Dari rangkaian tersebut, dua mahasiswa Departemen Teknik Elektro Otomasi ITS, Ahmad Fauzan Prayogi dan Farhan Prawiranata, berhasil melaju ke tahap final sebagai satu tim. Keduanya kemudian mewakili ITS dalam YDCT Global Summit yang berlangsung di Singapura beberapa waktu lalu setelah berhasil membawa timnya masuk dalam sembilan besar.

Pada ajang tersebut, tim EcoLens yang diperkuat oleh mahasiswa ITS berhasil meraih posisi First Runner Up melalui inovasi HeatSense AI. Inovasi ini merupakan platform berbasis akal imitasi (AI) yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap risiko panas ekstrem di kawasan hunian sementara di Chennai, India.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas negara mampu membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan solusi teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan persoalan lingkungan dan kemanusiaan. Dalam YDCT Global Summit, para finalis mempresentasikan gagasannya di hadapan pemangku kepentingan, mentor, serta perwakilan Meta. Acara tersebut turut dihadiri Senior Parliamentary Secretary for Sustainability and the Environment Singapura Ms Goh Hanyan dan APAC Head of Stakeholder Engagement Meta, Gavin Chua.

Kepala pusat studi MKPI ITS, Hepi Hapsari Handayani ST MSc PhD (kanan) saat menunjukkan sertifikat apresiasi dari SL2 Indonesia dan Meta

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi ITS dalam pelaksanaan program YDCT tahun lalu, SL2 bersama Meta menyerahkan sertifikat apresiasi kepada Kepala Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS, Hepi Hapsari Handayani ST MSc PhD. Penyerahan tersebut berlangsung dalam pertemuan kolaboratif di Gedung Research Center ITS beberapa waktu lalu (13/5).

Apresiasi tersebut diberikan atas komitmen Pusat Studi MKPI ITS dalam mendukung pengembangan pendidikan digital, kreativitas, serta talenta masa depan di Indonesia. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri teknologi, dan ekosistem inovasi berkelanjutan.

Business Development Officer SL2 Jentina Yulyanti menyampaikan bahwa kolaborasi bersama Pusat Studi MKPI ITS mencerminkan semangat bersama untuk membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif, inovatif, dan berdampak sosial.

Sejalan dengan hal tersebut, Pusat Studi MKPI ITS menyambut baik keberlanjutan kolaborasi ini. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan mahasiswa dan talenta digital Indonesia untuk mengembangkan kompetensi di bidang teknologi, keberlanjutan, dan kepemimpinan muda.

Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan lintas negara, ITS terus memperluas ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam menjawab tantangan global. Inovasi HeatSense AI menjadi salah satu contoh bahwa pengembangan teknologi berbasis AI dapat diarahkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus mendukung aksi nyata menghadapi dampak perubahan iklim. Hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama pada poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (*)

Humas ITS

×