Atasi Masalah Air Bersih, ITS Kembangkan Teknologi Tepat Guna

Atasi Masalah Air Bersih, ITS Kembangkan Teknologi Tepat Guna

Published on
By
Dua anggota TEP 1 ITS meninjau lokasi potensial untuk instalasi filter air di Ransiki
Dua anggota TEP 1 ITS meninjau lokasi potensial untuk instalasi filter air di Ransiki

Ransiki, ITS News — Air merupakan kebutuhan dasar vital untuk kelangsungan hidup dan kesehatan masyarakat. Namun di beberapa wilayah, akses air bersih yang layak untuk kebutuhan konsumsi harian masyarakat masih sulit. Kondisi itu mendorong Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) siapkan alternatif infrastruktur air bersih di Distrik Ransiki, Manokwari Selatan, Papua Barat. 

TEP ITS 2026 mengupayakan pengadaan akses air bersih dengan menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui UPTD Air Minum Papua Barat. Dipimpin oleh Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD, tim memproyeksikan pengembangan instalasi air bersih berbasis teknologi tepat guna. “Kami berupaya untuk meningkatkan akses dan kualitas air yang dapat juga menunjang kesehatan dan produktivitas masyarakat setempat,” terang Adi.

Adi menyebut terdapat beberapa wilayah yang masih kesulitan dalam akses air dan membutuhkan perhatian lebih lanjut, seperti desa Hamor, Wamcei, dan Sabri. Tim segera mengumpulkan data kebutuhan masyarakat, identifikasi sumber air potensial, hingga dokumentasi kondisi infrastruktur yang ada telah dilakukan secara bertahap. 

TEP 1 ITS lakukan peninjauan lokasi untuk instalasi teknologi tepat guna filter air
TEP 1 ITS lakukan peninjauan lokasi untuk instalasi teknologi tepat guna filter air

Tim bergerak secara bertahap mulai dari mengumpulkan data kebutuhan masyarakat, mengidentifikasi sumber air potensial, hingga mendokumentasikan kondisi infrastruktur yang ada. Selain itu, langkah tersebut diperkuat dengan analisis potensi manfaat serta keberlanjutan sumber air. Jika sudah terpetakan, tim akan segera menentukan teknologi alat filter yang paling sesuai dengan permasalahan air di daerah setempat.

Tak berhenti sampai di situ, pengujian ulang kualitas air akan kembali dilakukan setelah sistem filtrasi terpasang. Hal tersebut guna memastikan efektivitas sistem yang dipasang dalam meningkatkan kualitas air daerah. “Untuk keberlanjutan, kami akan berikan pendampingan kepada masyarakat agar dapat mengoperasikan dan merawat teknologi yang ada secara mandiri,” terang Dosen Departemen Kimia tersebut.

Meskipun demikian, tim juga mendapati persoalan lain bahwa kondisi infrastruktur daerah masih kurang memadai dan tidak merata. Permasalahan tersebut juga diperparah dengan kondisi geografis dan akses jalan di Papua yang kurang mendukung. 

FGD TEP 1 ITS 2026 dengan masyarakat dan pemerintah setempat terkait pengadaan air bersih di Distrik Ransiki
FGD TEP 1 ITS 2026 dengan masyarakat setempat terkait pengadaan air bersih di Distrik Ransiki

Sinergi dengan Pemerintah Setempat

Melihat kondisi tersebut, PUPR setempat menyatakan kesiapan untuk mendukung perlengkapan kebutuhan instalasi air. Kemudian, pihak UPTD Air Minum juga menyampaikan kesediaannya untuk memanfaatkan area kantor sebagai lokasi potensi untuk instalasi air bersih dan reservoir. “Secara sosial kami memastikan titik lokasi implementasi aman dari konflik lahan adat dengan memilih lembaga pendidikan yang jelas kepemilikannya,” ujar Adi. 

Sebagai langkah lanjutan, para anggota tim tengah menyiapkan rancangan teknis pelatihan agar dapat terjaga penerapannya. Selain itu, tim berencana membentuk komunitas lokal untuk memantau ekosistem yang ada melalui melalui pelatihan serta Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diberikan.

Menurut Adi, keterlibatan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memastikan solusi yang dirancang dapat diterapkan secara realistis dan berkelanjutan. Sebab, solusi air bersih harus dibangun bersama masyarakat dan pemerintah daerah karena mereka yang paling memahami kondisi lapangan dan nantinya menjaga keberlanjutan sistem. “ITS berupaya memastikan rancangan sistem air bersih tidak berhenti sebagai konsep teknologi,” tegas Adi. 

Inisiasi yang dilakukan oleh TEP ITS 2026 ini mencerminkan kesungguhan ITS dalam mendukung cita-cita Pembangunan yang Berkelanjutan (SDGs). Terutama pada poin ke-6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak dengan upaya peningkatan kualitas air di daerah. Selain itu, turut terwujudnya SDGs poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui jalinan kerja sama dengan PUPR dan UPTD Air Minum setempat. (*)

×