APMMI Gelar Seminar Nasional Pertama di ITS

Published on
By

Dr Ir Arief Daryanto MEc, Ketua APMMI menilai penyelenggaraan pendidikan manajemen dan bisnis kini masih bersifat tradisional. Alasannya, materi yang diajarkan  masih terbatas pada manajemen fungsional semata seperti pemasaran dan keuangan. Padahal menurutnya, lulusan program MM harus mampu menjawab tantangan seperti manajemen operasi, teknologi informasi dan manajemen supply chain.

Secara khusus seminar perdana ini mengkaji tren dan inovasi dalam pendidikan manajemen dan bisnis untuk pengembangan pendidikan terkait. Seminar ini juga menjadi sarana untuk mendiseminasikan hasil penelitian sivitas akademika program studi MM. Keduanya dibutuhkan untuk mengembangkan konsep manajemen bisnis masa kini.

Prof Dr Yulinah Trihadiningrum MAppSc, Kepala Program Studi Magister Manajemen Teknologi (Kaprodi MMT) ITS yang juga ditunjuk sebagai ketua pelaksana seminar menyebutkan, kegiatan ini dibagi kedalam tiga pemaparan makalah. Yaitu makalah utama, khusus dan makalah peserta. Pemaparan makalah utama diberikan oleh lima orang keynote speaker. Di antaranya adalah Dr HC Hermawan Kertajaya MSc FIMC dan Prof Dr Ir Rahardi Ramelan MSc ME.

Sedangkan untuk pemaparan makalah khusus dibawakan oleh sembilan perguruan tinggi anggota APMMI. Seluruhnya membawakan makalah yang sama mengenai tren dan inovasi dalam pendidikan manajemen dan bisnis di universitas mereka masing-masing. "Dari kita (ITS, red) tidak ada yang menyampaikan makalah khusus karena fokus sebagai pelaksana seminar," ujar Yulinah.

Untuk pemakalah peserta sendiri kepada pihak yang bersangkutan. Untuk jenis ini makalah peserta dibagi kedalam beberapa bidang seperti manajemen industri, ilmu manajemen dan bisnis serta manajemen sistem informasi. "Secara total terdapat 33 perguruan tinggi yang mengikuti seminar ini," kata Yulinah.

Seminar APMMI ini akan diikuti dengan kegiatan lainnya seperti workshop. Pada pertengahan tahun depan, APMMI akan menggelar workshop di Bengkulu untuk membahas kesiapan lembaga ini untuk menjadi badan akreditasi program MM di Indonesia. "Bila sebelumnya badan akreditasi MM adalah BAN PT, maka sekarang direncanakan APMMI yang akan melakukannya," tutup Yulinah. (ram/ran).

×